Direktur PDAM Karimun, Ferry Kurniawan meninjau salah satu waduk di Karimun yang debit airnya menyusut, Kamis 912/2/2026). Foto: AlurNews.comAlurNews.com – Belakangan ini, wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau dilanda cuaca panas ekstrem. Akibatnya, sumur hingga waduk mengalami penyusutan debit air.
Penyusutan debit air waduk tersebut terlihat saat inspeksi yang dilakukan oleh Direktur Perumda Tirta Mulia atau PDAM Karimun, Ferry Kurniawan.
Ferry mengaku penyusutan debit air di beberapa waduk ini mulai terjadi sejak intensitas curah hujan menipis.
“Panas ekstrem yang terjadi serta hujan yang tidak turun dalam beberapa bulan terakhir ini menyebabkan waduk milik kita (PDAM-red) menyusut drastis,” ungkapnya, Kamis (12/2/2026).
Ia mengatakan waduk yang mengalami penyusutan debit air antara lain Waduk Sentani, Waduk Bati dan Waduk Pongkar.
”Penyusutan debit air yang paling signifikan itu di Waduk Bati, karena biasanya penuh bisa mencapai kedalaman 10 meter, saat ini hanya tersisa 2,5 meter saja,” terang Ferry.
“Sedangkan untuk Waduk Sentani hanya mengalami penyusutan 1 meter saja, dari 13 meter saat kondisi penuh. Dan Waduk Pongkar mengalami penyusutan lebih kurang 2,5 meter saja,” timpalnya lagi.
Kendati waduk mengalami penyusutan debit air, Ferry mengatakan bahwa pendistribusian air ke pelanggan akan tetap berjalan atau tersalurkan.
Hanya saja, dirinya mengimbau agar para pelanggan dapat berhemat dalam penggunaan air bersih selama musim panas berlangsung.
“Meski menyusut, kami pastikan pasokan air tetap cukup dan tersalurkan ke seluruh pelanggan. Hanya kami mengimbau agar menggunakan air bersih secukupnya saja atau berhemat,” sebut dia.
Terakhir, ia menegaskan di bawah kepemimpinannya, Perumda Tirta Mulia atau PDAM Karimun akan terus melakukan pembenahan guna memastikan kebutuhan air bersih tersalurkan dengan baik ke seluruh pelanggan. (Andre)

6 hours ago
6
















































