Batam Bangun Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Gratis Hingga SMK dan Berasrama

7 hours ago 4

Alurnews.com, Batam – Pemerintah Kota Batam menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Kecamatan Galang, Kepulauan Riau.

Sekolah yang dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas sekitar 18,5 hektare itu dirancang mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dan SMK dalam satu kawasan.

Tak hanya gratis, sekolah tersebut juga akan menerapkan konsep asrama atau boarding school dengan sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari asrama siswa dan guru, layanan kesehatan, pemenuhan gizi, laboratorium, pusat pembelajaran digital, hingga fasilitas olahraga.

Tahapan pembangunan sekolah ditandai dengan kegiatan bersama masyarakat di lokasi pembangunan di Rempang, Minggu (2/8/2026).

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Merah Putih merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Batam.

“Sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam,” ujar Amsakar.

Amsakar menjelaskan, meski dibangun di Rempang, sekolah tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari Kecamatan Galang.

Sekolah akan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dari berbagai wilayah di Kota Batam. Para peserta didik nantinya tidak dibebani biaya pendidikan, tempat tinggal, makanan, maupun fasilitas pembelajaran.

Konsep tersebut, kata Amsakar, diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

“Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak,” kata Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Menurut Li Claudia, pendidikan di sekolah tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pembentukan karakter, penguasaan teknologi, pendidikan kebangsaan, serta keterampilan praktis juga akan menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Salah satu konsep yang menjadi pembeda sekolah di Rempang adalah penggabungan pendidikan umum dengan pendidikan vokasi dalam satu kawasan.

Selain SD, SMP, dan SMA, sekolah tersebut akan memiliki jenjang SMK. Pemerintah berharap pendidikan vokasi dapat membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri di Batam.

Lulusan nantinya diharapkan tidak hanya memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga memiliki bekal keterampilan untuk bekerja atau menciptakan peluang usaha.

Konsep ini dinilai relevan dengan posisi Batam sebagai kawasan industri dan investasi internasional. Pertumbuhan sektor manufaktur, teknologi, ekonomi digital, logistik, hingga jasa internasional dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal.

“Anak-anak Batam jangan hanya menjadi penonton dalam perkembangan industri. Mereka harus bisa mengambil bagian dalam pertumbuhan industri berteknologi tinggi dan ekonomi digital,” ujar Li Claudia.

Tak hanya ruang kelas dan asrama, kawasan sekolah juga dirancang memiliki berbagai fasilitas pendukung.

Di antaranya laboratorium, pusat pembelajaran digital, lapangan sepak bola, lapangan upacara, klinik kesehatan, serta dapur terpusat atau central kitchen.

Sekolah juga akan dilengkapi kolam renang yang dirancang berstandar olimpiade atau internasional.

Selain itu, pemerintah menyiapkan urban farm dan botanical garden yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus pengembangan potensi pangan lokal.

Fasilitas tersebut diharapkan membuat proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan praktik dan interaksi langsung dengan lingkungan.

Saat ini, pembangunan sekolah masih berada pada tahap persiapan. Sejumlah dokumen dan persetujuan yang masih diproses meliputi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Pekerjaan awal di lapangan juga mulai dilakukan, termasuk pemagaran kawasan dan penanganan potensi banjir. BP Batam menargetkan pembangunan sekolah tersebut rampung pada 2028. Amsakar memastikan pembangunan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan standar teknis yang berlaku.

Pemerintah juga mengklaim akan mengedepankan komunikasi dengan masyarakat sekitar selama proses pembangunan berlangsung.

Sekolah Rakyat Terintegrasi Merah Putih di Rempang merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam menyediakan pendidikan gratis dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Pemerintah sebelumnya telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi. Sekolah di Rempang nantinya diharapkan menjadi pengembangan model tersebut dengan menggabungkan pendidikan dasar, menengah, hingga vokasi dalam satu ekosistem pendidikan.

Amsakar dan Li Claudia mengajak masyarakat Rempang, Galang, dan seluruh warga Batam mendukung pembangunan sekolah tersebut.

Menurut mereka, keberadaan sekolah diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan gratis, tetapi juga menjadi salah satu fondasi untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang mampu bersaing di tengah pertumbuhan industri Batam.

“Pembangunan sekolah itu juga menjadi bagian dari percepatan pengembangan kawasan Rempang-Galang,” jelas Amsakar.

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |