Festival Media 2026 Buka Pendaftaran, Masyarakat Dapat Ikuti Seminar Hingga Lokakarya

4 hours ago 1
AJI Indonesia menggelar Festival Media 2026. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti rangkaian seminar, diskusi publik, dan lokakarya yang digelar di Batam, Kepulauan Riau.

Fesmed Selat Malaka 2026 merupakan agenda tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dan tahun ini digelar dengan menunjuk AJI Batam dan AJI Tanjungpinang sebagai tuan rumah.

Ketua Panitia, Adam Zulfikar menjelaskan selain menjadi ruang peningkatan literasi media, Fesmed juga ditujukan sebagai ajang konsolidasi jaringan masyarakat sipil dan mempertemukan berbagai kelompok yang memiliki perhatian terhadap isu demokrasi.

“Fesmed Selat Malaka bukan hanya acaranya AJI dan teman-teman media saja, tapi ruang bersama untuk kita semua,” jelas Adam, Kamis (10/9/2026).

Fesmed Selat Malaka 2026 digelar di Batam dan Tanjungpinang pada 19-21 September 2026. Diisi dengan seminar internasional, diskusi publik, dan lokakarya akan dipusatkan di Politeknik Negeri Batam pada 19-20 September 2026.

Sementara itu, rangkaian festival akan ditutup dengan kegiatan napak tilas di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, pada 21 September 2026.

Berbagai persoalan yang dibahas dalam Fesmed berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kebebasan pers, hak asasi manusia (HAM), lingkungan, perubahan iklim, transisi energi, hingga persoalan masyarakat adat.

“Karena itu, kami mengajak masyarakat khususnya yang berada di Batam dan Tanjungpinang untuk datang, belajar, berdiskusi, dan ikut menyampaikan gagasannya,” ujarnya.

Adam berharap kehadiran Fesmed di Batam dan Tanjungpinang dapat memperluas ruang dialog antara media dan masyarakat sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi masyarakat sipil di kawasan Selat Malaka.

“Kami ingin Fesmed menjadi ruang diskusi terbuka yang aman dan nyaman. Semua boleh datang, bukan hanya untuk jurnalis,” jelasnya.

Pada hari pertama, Sabtu (19/9/2026), sejumlah kegiatan akan membahas isu strategis yang tengah berkembang, termasuk hubungan kebebasan pers dan HAM di Asia Tenggara.

Seminar internasional bertajuk “Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara: Memperkuat Solidaritas Jurnalis Lintas Negara dan Melindungi Kebebasan Ruang Sipil” menjadi salah satu agenda utama.

Selain itu, terdapat diskusi mengenai masyarakat adat, transisi energi, perubahan iklim, serta kesiapan industri hijau Indonesia menghadapi rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).

Isu teknologi juga menjadi bagian dari agenda. Panitia menyiapkan diskusi mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan data center serta lokakarya literasi AI dan keamanan digital bagi generasi Z.

Peserta juga dapat mengikuti lokakarya mengenai isu kelautan, pengembangan audiens media sosial, keamanan dan geopolitik lintas batas, serta fotografi jurnalistik.

Pada hari kedua, Minggu (20/9/2026), agenda Fesmed antara lain membahas perdagangan orang, pengelolaan sumber daya energi dan air di Batam, transisi energi yang berkeadilan, kerusakan lingkungan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pendanaan liputan jurnalistik.

Terdapat pula lokakarya jurnalisme investigasi berbasis citra satelit, penulisan ilmiah populer, pers mahasiswa, dan pemutaran film dokumenter “Di Balik Ilusi Tembakau”.

Setelah dua hari kegiatan di Batam, rangkaian Fesmed Selat Malaka berlanjut ke Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Sebanyak 40 perwakilan AJI kota dari Sabang hingga Merauke bersama jaringan AJI dijadwalkan mengikuti napak tilas sejarah di pulau tersebut.

Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana mengatakan pemilihan Pulau Penyengat tidak semata-mata karena pulau tersebut merupakan destinasi wisata sejarah.

Menurut Sutana, Pulau Penyengat memiliki posisi penting dalam sejarah Melayu karena pernah menjadi salah satu pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga yang wilayah pengaruhnya mencakup Riau, Lingga, Johor, Pahang, dan Singapura.

“Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Dari pulau kecil inilah lahir banyak pemikiran besar yang menjadi fondasi kebudayaan Melayu sekaligus turut membentuk perkembangan bahasa Indonesia,” ujar Sutana.

Masyarakat yang tertarik mengikuti kegiatan tersebut dapat mendaftar melalui laman resmi Fesmed Selat Malaka atau tautan pendaftaran untuk masing-masing kegiatan.

Informasi mengenai program dan pendaftaran tersedia di fesmedselatmalaka.org/program/ serta akun Instagram @fesmedselatmalaka. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |