Kabut Asap Selimuti Batam, Penerbangan di Bandara Hang Nadim Normal

7 hours ago 6
Gangguan Penerbangan Batam-JakartaIlustrasi. Pesawat terparkir di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: AlurNews.com

AlurNews.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Batam, Senin (14/9/2026) pagi dinilai belum menganggu aktivitas penerbangan di Bandara, namun demikian kondisi saat ini berdampak terhadap kualitas udara.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi menjelaskan hingga Senin siang, penerbangan dari dan menuju Bandara Hang Nadim masih berlangsung normal.

Tidak ada gangguan operasional yang dilaporkan akibat menurunnya kualitas udara maupun kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Batam. Walau demikian pihaknya terus memantau kondisi penerbangan, terutama jarak pandang atau visibility yang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Batam, PM2.5 Capai 82,9 Mikrogram per Meter Kubik

“Sampai saat ini, untuk kondisi penerbangan dari dan ke Batam masih lancar dan normal,” jelasnya melalui sambungan telepon, Senin (14/9/2026) sore.

Terkait kondisi kabut asap, saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi mengenai kondisi cuaca dan jarak pandang kemudian menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepada pilot.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi cuaca dan jarak pandang tetap terpantau sehingga aspek keselamatan penerbangan dapat dijaga.

“Terkait kabut asap, kondisi tersebut selalu dikoordinasikan dengan AirNav dan BMKG kepada pilot terhadap visibility,” ujarnya.

Dari sisi kualitas udara, berdasarkan pemantauan platform IQAir sekitar pukul 11.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) US di Batam tercatat mencapai 130.

Angka tersebut masuk kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan risiko paparan polusi, khususnya bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan.

Kepala BMKG Batam, Ramelan mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 mencapai 82,9 mikrogram per meter kubik.

“Pagi ini kualitas udara Batam masuk kategori tidak sehat. Hasil konsentrasi partikulat (PM2.5) Batam di angka 82,9 ug/m3,” ujarnya melalui aplikasi pesan singkat, Senin (14/9/2026) sore.

Ramelan mengatakan, kabut yang menyelimuti Batam diduga berasal dari asap kiriman dari sejumlah wilayah di daratan Sumatera. Asap tersebut terbawa pergerakan angin hingga mencapai wilayah Batam.

Ramelan mengingatkan, sebagai pembanding konsentrasi PM2.5 di Batam dalam kondisi normal berada di bawah 50 mikrogram per meter kubik.

Meski demikian, kondisi kabut pada pagi hari juga dipengaruhi tingginya kelembapan udara. Menurutnya, udara yang masih tertahan di dekat permukaan pada pagi hari membuat kabut terlihat lebih jelas kondisi tersebut dalam istilah meteorologi sebagai haze.

“Pagi hari masih banyak embun, sehingga udara tampak kabur. Dalam istilah meteorologi kita sebut haze,” ujarnya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |