Tim Nasional Basket 3x3 Putri melawan Tim Ulanbatar Amazon di FIBA 3x3 Women's Series Batam, Kamis (23/7/2026). Foto: AlurNews.comAlurnews.com – Tim Nasional Bola Basket 3×3 Putri harus menelan kekalahan 21-12 dari tim Ulanbatar Amazon di putaran FIBA 3×3 Women’s Series Batam, yang dilaksanakan di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kamis (23/7/2026) sore.
Walau demikian, Timnas Basket 3×3 Putri diharapkan dapat memanfaatkan Serie’s ini sebagai bagian dari pemusatan latihan sekaligus mengasah kemampuan menghadapi Asian Games 2026 di Jepang dan mengumpulkan poin menuju Olimpiade.
“Perbasi punya grand design menuju Olimpiade. Women’s Series dan Challenger ini menjadi bagian dari persiapan tim nasional, sekaligus pemusatan latihan menuju Asian Games yang akan berlangsung dalam waktu dekat,” jelas Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi saat ditemui di akhir pertandingan, Kamis (23/7/2026) sore.
Baca Juga: Batam Jadi Tuan Rumah FIBA W Series 2026, Engku Putri Jadi Arena Pertandingan
Dewi menjelaskan penyelenggaraan FIBA 3×3 Women’s Series di Batam dapat memberikan tambahan poin bagi Indonesia, meski persaingan yang dihadapi merupakan level dunia.
Walau mengalami kekalahan, namun hasil pertandingan pertama tidak dapat dijadikan tolok ukur kemampuan tim nasional karena lawan yang dihadapi merupakan tim-tim terbaik dunia.
Ia menilai para pemain Indonesia telah menunjukkan semangat juang tinggi meski harus menghadapi negara-negara dengan tradisi kuat di basket 3×3. Selanjutnya Timnas Putri akan menghadapi Timnas Thailand pada hari pertama.
“Saya tidak ingin mengatakan penampilan anak-anak kurang maksimal. Mereka sudah memberikan yang terbaik. Ini adalah kejuaraan berlevel dunia sehingga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” jelasnya.
Setelah Batam, tim nasional dijadwalkan kembali mengikuti turnamen di Tokyo sebelum tampil pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Nirmala juga mengaku terkesan dengan kesiapan venue di Dataran Engku Putri yang dinilai telah memenuhi standar internasional, meski dipersiapkan dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Batam sendiri dipilih menjadi tuan rumah karena memiliki akses internasional yang mudah melalui Singapura, dukungan penuh pemerintah daerah, serta tengah berkembang sebagai destinasi wisata dan pusat ekonomi.
“Saya cukup terkejut karena venue yang disiapkan Perbasi Kepri tidak kalah dengan venue-venue kelas dunia. Bahkan perwakilan FIBA dan para atlet yang datang juga sangat antusias melihat persiapannya,” ujarnya. (Nando)

4 hours ago
6

















































