AlurNews.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam memperkuat upaya antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban melalui Rapat Koordinasi Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah (TKDP) Kota Batam, Senin (20/7/2026).
Forum ini menjadi wadah mempererat koordinasi lintas instansi guna menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang terus berkembang.
Rapat yang digelar di Gedung Pemerintah Kota Batam itu mengusung tema “Batam Kondusif, Masyarakat Aman, Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan dibuka Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Batam, Heriman HK, mewakili Wali Kota Batam, didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung.
Baca Juga: Kesbangpol Batam Sukses Gelar Lomba Film Pendek Wawasan Kebangsaan 2026
Turut hadir unsur Intelkam Polresta Barelang, Intel Kodim, BAIS, Imigrasi, Koarmada IV, Kejaksaan Negeri Batam, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kepulauan Riau, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kota dan kecamatan, para lurah, serta unsur kecamatan se-Kota Batam.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung, mengatakan perkembangan situasi saat ini menuntut seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi agar potensi gangguan dapat dideteksi sejak dini.
“Oleh karena itu, keberadaan Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Kota Batam memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah koordinasi, komunikasi, pertukaran informasi, serta penyusunan langkah-langkah pencegahan secara terpadu,” ujarnya.
Menurut Riama, rakor tersebut bertujuan meningkatkan sinergi Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam mendukung penyelenggaraan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat.
Ia menegaskan deteksi dini terhadap berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG), termasuk potensi konflik sosial maupun bencana, menjadi bagian penting dalam menjaga suasana Batam tetap kondusif.
“Penguatan peran Tim Kewaspadaan Dini merupakan bagian penting dalam mempererat sinergi, koordinasi, dan komunikasi guna mendeteksi serta mengantisipasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dapat menghambat jalannya pemerintahan maupun pembangunan,” jelasnya.
Riama menambahkan, Pemko Batam juga terus melibatkan masyarakat, tokoh agama, dan FKDM sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdako Batam, Heriman HK, mengatakan Batam sebagai kota yang dihuni masyarakat dari beragam suku, budaya, dan agama membutuhkan stabilitas yang terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Batam dihuni masyarakat yang berasal dari Aceh hingga Papua dengan keberagaman agama dan budaya. Karena itu, kami atas nama Pemerintah Kota Batam menyampaikan apresiasi kepada Kesbangpol yang telah menginisiasi rapat koordinasi ini bersama FKDM,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengoptimalkan koordinasi dan informasi yang diperoleh untuk memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan di wilayah masing-masing.
“Batam mengandalkan sektor jasa dan industri karena tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Oleh sebab itu, stabilitas keamanan menjadi modal utama agar pembangunan dan investasi dapat terus berjalan dengan baik,” ujarnya. (red)

16 hours ago
11


















































