AlurNews.com – Maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) mendominasi pergerakan penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim.
Tingginya minat masyarakat terhadap tiket dengan harga terjangkau mendorong tingkat keterisian kursi (load factor) penerbangan mencapai hingga 85 persen.
Berdasarkan data kumulatif 13–26 Maret 2026, grup maskapai Lion Air menjadi penguasa pasar dengan pangsa terbesar. Maskapai berkode JT mencatat sekitar 72.564 penumpang atau 35 persen dari total trafik.
Di posisi berikutnya, maskapai berkode QG atau Citilink menguasai 27 persen dengan 56.394 penumpang, disusul Super Air Jet (IU) sebesar 24 persen atau 49.587 penumpang.
Sebaliknya, maskapai full service mencatat pangsa yang lebih kecil. Garuda Indonesia (GA) hanya meraih sekitar 5 persen dengan 10.067 penumpang, sementara Batik Air (ID) sebesar 4 persen atau 8.996 penumpang.
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, mengatakan dominasi LCC menjadi faktor utama tingginya mobilitas penumpang selama musim mudik.
“Maskapai dengan tarif kompetitif memang menjadi pilihan utama masyarakat, terutama pada periode mudik seperti sekarang,” ujar Anton.
Ia menambahkan, tingginya permintaan juga tercermin dari tingkat keterisian kursi yang hampir merata di seluruh maskapai, berada pada kisaran 83–85 persen.
Kondisi tersebut turut mendorong maskapai menambah frekuensi penerbangan, termasuk pengajuan extra flight untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
Selain faktor maskapai, rute penerbangan juga berperan penting dalam tingginya trafik. Rute Batam–Jakarta (CGK) menjadi yang tersibuk dengan 236 penerbangan dan 39.763 penumpang, menegaskan peran Jakarta sebagai pusat konektivitas domestik.
Adapun sejumlah rute lain yang juga ramai di antaranya Batam–Pekanbaru, Kualanamu/Medan, Palembang, Surabaya, hingga Padang dan Makassar.
Secara keseluruhan, tren pergerakan penumpang di Bandara Hang Nadim menunjukkan peningkatan signifikan. Pada periode 13–23 Maret 2026 saja, jumlah penumpang tercatat mencapai 169.346 orang atau tumbuh 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, pergerakan pesawat juga meningkat sebesar 10,5 persen, menandakan adanya penambahan kapasitas penerbangan oleh maskapai.
Manajemen bandara memastikan kesiapan operasional terus ditingkatkan guna menjaga kelancaran arus penumpang selama periode Lebaran.
“Kami mengoptimalkan seluruh fasilitas dan layanan agar arus penumpang tetap lancar, aman, dan nyaman,” kata Anton. (Nando)

7 hours ago
4


















































