AlurNews.com – Wali Kota Batam sekaligus Ex-Officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad menanggapi aksi unjuk rasa warga Tanjungsengkuang, Batuampar, Batam, Kepulauan Riau pada, Kamis (22/1/2026) lalu.
Dalam aksi yang dilakukan di depan Kantor BP Batam ini, Amsakar menilai adanya keanehan dalam aksi warga yang menuntut hak terkait air bersih. Dalam aksi ini, warga menyebut dalam satu tahun belakangan ini, pihaknya kesulitan mendapatkan suplai air bersih.
Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar, setelah menghadiri pelantikan PAW Wakil Ketua III DPRD Batam di Gedung DPRD Batam, Rabu (28/1/2026) siang. Saat sejumlah awak media mempertanyakan mengenai sikap Amsakar, yang terlihat emosi saat menanggapi pernyataan dari koordinator aksi saat itu.
Untuk diketahui, aksi unjuk rasa yang dilakukan warga sempat diwarnai tegang saat Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra turun langsung menemui massa dan terlibat adu argumen.
“Selama 27 tahun ini pernah saya tidak seperti itu,” jelasnya singkat.
Terkait pemicu ketegangan ini, Amsakar mengaku telah melakukan evaluasi dan mencoba memahami demonstrasi yang terjadi berdasarkan pengalamannya selama ini terkait unjuk rasa lainnya warga. Walau demikian, Amsakar tidak memperjelas terkait pernyataannya tersebut
“Pemahaman saya dari berbagai demonstrasi yang ini agak aneh. Saya kan setiap saat terima pertemuan dari dari rekan-rekan mahasiswa,” jelasnya.
Untuk itu, Amsakar juga memberikan saran agar isu ini lebih tepat dibicarakan dalam forum dialog atau audiensi
Sehingga menurutnya forum yang paling tepat untuk membicarakan isu berkembang adalah di forum dialog atau audiensi. Walau, Amsakar juga mengakui bahwa pihaknya saat ini belum mengagendakan hal tersebut.
Namun, Amsakar juga menegaskan tim dari BP Batam telah turun mensosialisasikan dan mengkomunikasikan kebijakan pemerintah soal air bersih.
Ia juga sudah meminta Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait dan Direktur Badan Usaha SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dan Fasilitas Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana untuk turun kelapangan
“Kemarin juga sudah ada tim pendahuluan turun ke beberapa wilayah, jadi maksud saya 18 titik stress area harus sering dikunjungi agar terlihat dari dekat kebutuhannya, kalau harus diangkut 7 tangki air bantuan air bersih, ya harus 7 truk,” ujarnya. (Nando)

6 days ago
16


















































