Telkomsel Buka Internet BAIK Festival Series 10, Bekali Pelajar SMA/SMK Kemampuan AI

1 week ago 22
Telkomsel membuka Internet BAIK Festival Series 10 untuk membekali pelajar tingkat SMA kemampuan AI. Foto: Dok. Telkomsel

AlurNews.com – Telkomsel membuka rangkaian Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 bertema Level Up The Future with AI. Program tahunan ini kembali digelar untuk membekali pelajar SMA/SMK dengan keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara kreatif, aman, dan produktif.

Direktur Utama Telkomsel Nugroho menjelaskan melalui IBFEST Series 10, pihaknya ingin menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator kreativitas dan kapabilitas manusia.

“Semangat ini sejalan dengan inisiatif Telkomsel Jaga Cita untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan melalui berbagai solusi seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, dan by.U,” kata Nugroho, Jumat (23/1/2026).

Memasuki satu dekade penyelenggaraan, Internet BAIK mencatatkan dampak signifikan. Pada Series 9, program ini menjaring lebih dari 10.000 pendaftar dari 124 kota/kabupaten.

Secara kumulatif sejak 2016, Internet BAIK telah menjangkau lebih dari 41.000 pelajar di 1.484 sekolah, melibatkan 9.553 guru, orang tua, dan komunitas di 296 kota/kabupaten, serta melahirkan lebih dari 1.600 Internet BAIK Agents of Change.

“Pada tahun ke-10 penyelenggaraannya, Telkomsel menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang cakap digital sekaligus beretika di era teknologi cerdas,” jelasnya.

IBFEST Series 10 menghadirkan tiga kegiatan utama, yakni AI Camp Training, AI Workshop, serta diskusi inspiratif bersama praktisi AI dan pegiat literasi digital.

Pada AI Camp Training, peserta dibagi ke dalam tiga jalur pembelajaran berbasis minat dan kreativitas. Jalur creativa (seni digital) ditujukan bagi pelajar yang ingin mengeksplorasi seni berbantuan AI, seperti pembuatan musik, film pendek, poster bergerak, hingga cerita ilustrasi digital.

Jalur syntech (inovasi & solusi) berfokus pada pengembangan solusi praktis untuk permasalahan sehari-hari melalui pembuatan aplikasi sederhana, mini games edukatif, hingga prototipe produk digital.

“Sementara itu, jalur cyberlite (keamanan digital) mengajak peserta memahami keamanan siber secara kreatif, antara lain melalui pembuatan film pendek tentang bahaya deepfake, kampanye “Saring Before Sharing”, serta poster edukasi anti-penipuan daring,” jelasnya. (nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |