AlurNews.com – Ancaman krisis air bersih di tengah potensi musim kering panjang mulai diantisipasi serius oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Tak hanya mengandalkan langkah konvensional, otoritas tersebut kini menyiapkan strategi ganda: memperbesar kapasitas waduk sekaligus menjajaki teknologi modifikasi cuaca.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengungkapkan bahwa normalisasi sejumlah waduk strategis menjadi fokus utama untuk memperkuat cadangan air baku di Kota Batam.
“Tiga waduk yang menjadi prioritas yakni Waduk Sei Harapan, Waduk Muka Kuning, dan Waduk Duriangkang. Ketiganya memiliki peran vital dalam menyuplai kebutuhan air masyarakat dan industri,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Menurut Ariastuty, sedimentasi yang terjadi selama bertahun-tahun telah mengurangi kapasitas tampung waduk secara signifikan. Karena itu, pengerukan menjadi langkah mendesak guna mengembalikan bahkan meningkatkan daya tampung air.
Saat ini, program normalisasi masih dalam tahap pengajuan perubahan anggaran agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal.
Di sisi lain, BP Batam juga menyiapkan langkah cepat untuk mengantisipasi penurunan curah hujan, terutama akibat fenomena El Nino. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan modifikasi cuaca.
Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan intensitas hujan di wilayah tangkapan air waduk sebagai solusi jangka pendek jika kekeringan mulai terjadi.
“Penjajakan sudah dilakukan. Saat ini BMKG masih menghitung kajian teknis terkait efektivitasnya. Hasilnya akan dibahas dalam rapat koordinasi pada pekan ketiga April,” jelasnya.
Melalui kombinasi strategi jangka panjang dan mitigasi cepat ini, BP Batam berharap stabilitas pasokan air tetap terjaga, bahkan saat menghadapi musim kemarau ekstrem.
“Sebagai kota industri dan kawasan perdagangan bebas, kebutuhan air di Batam terus meningkat. Ketersediaan air bersih tidak hanya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga penopang utama aktivitas industri, pariwisata, dan investasi,” jelasnya. (Nando)

12 hours ago
7


















































