Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau Pelantar Kuning di Tanjungpinang dalam kunjungan kerjanya, Sabtu (29/8/2026). Foto: Diskominfo TanjungpinangAlurNews.com – Persoalan Pelantar Kuning di Tanjungpinang segera dibawa ke tingkat pemerintah pusat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk membahas kondisi pelantar yang menghubungkan Tanjungpinang dan Pulau Penyengat tersebut.
Dody menyampaikan rencana itu saat meninjau sejumlah lokasi di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (29/8/2026). Kunjungan tersebut turut diikuti Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekda Zulhidayat, serta jajaran Pemko Tanjungpinang.
“Nanti saya koordinasikan dengan Menteri Perhubungan, karena Pak Wali Kota mengeluh kondisi Pelantar Kuning. Ada dua tempat, satu di sisi Tanjungpinang dan sisi di Penyengat,” kata Dody, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Baca Juga: Rekonstruksi Jalan Pelantar II Selesai Sesuai Target, Sudah Bisa Dilewati Kendaraan
Koordinasi tersebut menjadi tindak lanjut atas kondisi Pelantar Kuning yang menjadi perhatian Pemko Tanjungpinang. Pemerintah pusat akan membahas langkah yang dapat dilakukan untuk menangani persoalan pada akses penghubung tersebut.
Dalam kunjungan yang sama, Dody meninjau jembatan di Jalan Daeng Kamboja atau Senggarang Lama. Ia meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV melakukan pemeriksaan kondisi sungai dari bagian hulu hingga hilir.
“Jadi saya sudah minta tolong kepada BWS untuk ngecek dari hulu ke hilir, apa yang bisa dikerjakan nanti kita diskusikan dengan wali kota,” ujarnya.
Menurut Dody, jembatan tersebut memiliki sejarah yang berkaitan dengan aktivitas tambang bauksit di masa lalu.
“Jembatan ini punya histori cukup ajib, di mana waktu dulu ada tambang bauksit jadi ini pakai hauling, diblok di sungai,” ucapnya.
Selain infrastruktur, Dody meninjau pembangunan Sekolah Rakyat tahap ketiga di Madong. Pemerintah menargetkan proyek tersebut selesai Juni 2027 sehingga kegiatan belajar dapat dimulai pada Juli 2027.
“Sekolah Rakyat pada tahap ketiga ini semua kita targetkan selesai di Juni 2027 karena bulan Juli anak-anak sudah masuk sekolah,” katanya.
Dody juga melihat lokasi pembangunan RSUD di Dompak, Waduk Sri Kanton, dan Sport Center di Madong. Sementara di Pulau Penyengat, ia berziarah ke makam serta mengunjungi Balai Adat.
Kunjungan tersebut menjadi kali pertama Dody ke Kepulauan Riau dan Pulau Penyengat. Ia menilai Pulau Penyengat memiliki sejarah Melayu yang panjang sehingga perlu terus dilestarikan. (red)

1 hour ago
2

















































