Garuda Spark Innovation Hub Buka Jalan Talenta Batam ke Pasar Global

18 hours ago 8
Garuda Spark Innovation HubKomdigi mengaktifkan GSIH Batam dalam kegiatan Level Up Batam di Nongsa Digital Park, Rabu (26/8/2026). Foto: Istimewa

AlurNews.com – Talenta dan pelaku inovasi digital di Batam kini mendapat akses lebih luas untuk terhubung dengan jejaring serta pasar global melalui Garuda Spark Innovation Hub (GSIH).

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengaktifkan GSIH Batam sebagai wadah yang mempertemukan komunitas teknologi, startup, pengembang gim, perguruan tinggi, akademisi, dan industri.

Aktivasi tersebut berlangsung dalam kegiatan Level Up Batam: Building Stronger Communities, Growing a Stronger Digital Ecosystem di Nongsa Digital Park, Batam, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Nongsa Changi Cable Perkuat Batam sebagai Gerbang Ekonomi Digital Indonesia

Melalui konsep Hub & Spoke, GSIH tidak hanya menjadi ruang pertemuan komunitas digital, tetapi juga membuka koneksi terhadap pengetahuan, talenta, teknologi, investasi, dan pasar yang lebih luas. Skema ini diharapkan membantu inovasi yang lahir di daerah memiliki akses untuk berkembang hingga tingkat internasional.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, pemerataan akses menjadi salah satu tujuan utama kehadiran Garuda Spark di berbagai daerah.

“Garuda Spark hadir untuk menjadikan teknologi sebagai jembatan yang buka akses lebih merata terhadap pengetahuan teknologi, talenta, networks, capital, dan juga market. Sehingga inovasi tidak menjadi privilege sedikit orang atau kota besar, tapi menjadi peluang bagi seluruh Indonesia,” ujar Edwin.

Batam menjadi salah satu wilayah yang dinilai strategis dalam pengembangan jejaring tersebut. Letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan berada di kawasan ekonomi Asia Tenggara memberi peluang bagi talenta dan pelaku usaha digital lokal untuk menjangkau pasar regional.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan, perluasan konektivitas digital harus diikuti dengan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kita nggak boleh berhenti hanya di konektivitas. Kita harus memastikan keterhubungan itu ter-translasikan menjadi pertumbuhan,” ujar Meutya.

GSIH Batam kemudian diarahkan untuk mempertemukan potensi lokal dengan berbagai aktor dalam ekosistem digital. Dalam kegiatan Level Up Batam, sekitar 60 peserta dari komunitas teknologi, startup, pengembang gim, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, talenta digital, komunitas kreatif, akademisi, industri, dan pemerintah mengikuti sesi Ecosystem Networking serta Community Building Workshop.

Kegiatan tersebut membahas pengembangan komunitas sekaligus cara membangun koneksi dan kolaborasi yang berkelanjutan. Kolaborasi antara komunitas, kampus, startup, dan industri dinilai penting untuk menciptakan ruang bagi pengembangan talenta serta inovasi yang memiliki nilai ekonomi.

Khusus industri gim dan sektor kreatif digital, koneksi tersebut juga dapat membuka kesempatan bagi pengembangan kekayaan intelektual lokal agar dapat dipasarkan lebih luas.

Komdigi mendorong agar aktivitas GSIH Batam berlanjut melalui pertemuan komunitas, berbagi pengetahuan, pelatihan, mentoring, kolaborasi kampus dan komunitas, hingga mempertemukan startup dan talenta dengan kebutuhan industri. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |