Pro Kontra Soal SE Berbahasa Melayu Setiap Jumat, Begini Kata Kadisdikbud Karimun

13 hours ago 13
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Karimun, Grandy Regel Tuerah. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Bupati Karimun menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai penggunaan bahasa Melayu pada setiap hari Jumat di lingkungan sekolah di Kabupaten Karimun.

Sontak saja, penerapan SE itupun menuai pro dan kontra. Masyarakat menilai SE tersebut tidak perlu diterbitkan, lantaran masyarakat bahkan pelajar telah menggunakan bahasa melayu dalam percakapan sehari-hari.

‎”Padahal Karimun kan sudah dari dahulu menggunakan bahasa Melayu dalam berkomunikasi sehari-hari. Bahkan, orang dari suku lain pun sudah lama menggunakan bahasa daerah (Melayu-red),” ujar salah seorang warga Karimun, Rian, Kamis (9/4/2026).

‎Kata dia, bahasa melayu yang digunakan saat ini juga tidak berbeda dengan bahasa nasional yakni bahasa Indonesia. Bahkan, bahasa Melayu sangat mudah dipahami orang dari suku atau ras lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Karimun, Grandy Regel Tuerah mengatakan bahwa penerapan SE tersebut guna membiasakan para pelajar untuk menggunakan bahasa Melayu saat di lingkungan sekolah.

“Jadi kenapa SE ini kami dorong karena untuk membiasakan para pelajar di sekolah menggunakan bahasa Melayu, agar bahasa ini tetap terjaga dan tidak hilang dimakan zaman,” kata dia.

Grandy juga sempat mengaku khawatir dengan komunikasi sehari-hari para pelajar yang acap kali menggunakan bahasa gaul, sehingga bahasa melayu perlahan mulai terlupakan.

‎”Ini tugas kita bersama untuk menjaga adat istiadat dan kebudayaan agar tidak terlupakan, salah satunya bahasa Melayu. Apalagi saat ini kita dihadapkan dengan perkembangan era modernisasi,” terangnya.

Adapun terkait penerapan bahasa Melayu setiap hari Jumat, Ia menjelaskan bahwa penggunaannya hanya diberlakukan pada kegiatan pembelajaran muatan lokal.

‎Lebih lanjutnya, selain bahasa Melayu, pihaknya juga mendorong setiap sekolah untuk mengadakan kegiatan yang mendukung pelestarian budaya Melayu seperti berpantun, syair, lomba pidato berbahasa Melayu dan lainnya.

“Akan kami sosialisasikan secara bertahap di sekolah untuk menjalankan SE tersebut, yang pasti tujuannya untuk menjaga bahasa Melayu dan budaya Melayu agar tidak hilang,” ujarnya. (Andre)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |