Swedia Dukung Penguatan Listrik Batam, Tambahan Pembangkit 300 MW Disiapkan untuk Dongkrak Investasi

11 hours ago 7
Penandatanganan kerja sama jual beli tenaga listrik Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam-3 dan Batam-4 berkapasitas masing-masing 150 MW antara PT PLN Batam dan PT Dalle Energy Batam. (Foto: AlurNews)

Alurnews com – Pemerintah Swedia memperkuat dukungannya terhadap pengembangan infrastruktur energi di Kota Batam melalui kerja sama pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 300 megawatt (MW).

Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting untuk menopang lonjakan investasi, pertumbuhan kawasan industri, hingga ekspansi pusat data (data center) di Batam.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama jual beli tenaga listrik Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam-3 dan Batam-4 berkapasitas masing-masing 150 MW antara PT PLN Batam dan PT Dalle Energy Batam.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert mengatakan proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi Batam sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen dalam memperkuat ketahanan energi Batam. Swedia memandang kemitraan dengan Indonesia sebagai hubungan yang sangat penting, khususnya melalui Sweden–Indonesia Sustainability Partnership, yang menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Swedia mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia teknologi untuk mempercepat transisi energi. Salah satunya melalui penggunaan turbin gas SGT-800 dari Siemens Energy yang diproduksi di Finspång, Swedia.

Menurut Daniel, teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik saat ini, tetapi juga memiliki potensi menggunakan bahan bakar rendah emisi seperti *green hydrogen* dan *green ammonia*.

“Hal ini sejalan dengan visi Batam untuk berkembang sebagai kawasan industri yang kompetitif, tangguh, dan rendah karbon,” katanya.

Daniel juga berharap kolaborasi di bidang energi dan pembangunan berkelanjutan antara Swedia dan Indonesia terus diperkuat. Bahkan, ia mengundang PLN Batam untuk berpartisipasi dalam kunjungan resmi Putri Mahkota Swedia ke Indonesia serta Sweden–Indonesia Sustainability Partnership Conference pada September 2026.

Mewakili Pemerintah Kota Batam, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, mengatakan keandalan pasokan listrik menjadi faktor utama dalam menjaga daya tarik investasi di Batam.

Menurut dia, tambahan kapasitas pembangkit sebesar 300 MW akan meningkatkan kesiapan Batam memenuhi kebutuhan energi yang terus bertambah seiring berkembangnya kawasan industri dan meningkatnya investasi.

“Tambahan pasokan listrik akan menjadi pendorong percepatan berbagai agenda pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Batam,” kata Firmansyah.

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menilai pertumbuhan industri manufaktur, kawasan digital, pusat data, dan investasi harus diimbangi dengan penguatan sistem kelistrikan yang berkelanjutan.

“Batam berada pada posisi yang sangat strategis. Pertumbuhan industri, investasi, kawasan digital, dan data center membutuhkan dukungan pasokan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, PLN Batam terus melakukan penguatan sistem kelistrikan dari sisi pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Kwin Fo mengatakan pengembangan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 menjadi bagian dari strategi PLN Batam dalam menjaga kecukupan daya sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat industri, investasi, dan ekonomi digital. PLN Batam akan terus mengambil peran penting dalam menyediakan fondasi energi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Dalle Energy Batam, Imron Gazali mengatakan proyek tersebut melanjutkan kemitraan Medco Power melalui Dalle Energy Batam dengan PLN Batam yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun.

Menurut Imron, pembangunan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi Batam yang terus meningkat sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan investasi nasional maupun regional. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |