Finalis Duta Wisata Batam Dilatih Public Speaking dan Percaya Diri

23 hours ago 10
Ketua SWARA Batam, Maharani Purba memberikan materi terkait public speaking kepada finalis Duta Wisata Batam 2026, Kamis (7/5/2026). Foto: Disbudpar Batam

AlurNews.com – Finalis Pemilihan Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 mendapat pembekalan kemampuan public speaking dan pengembangan kepercayaan diri selama masa karantina di Ayola Signature Ocarina Batam, Kamis (7/5/2026).

Pembekalan ini disiapkan untuk memperkuat kemampuan komunikasi para finalis sebagai wajah promosi pariwisata Kota Batam.

Materi disampaikan oleh Ketua Solidaritas Pembawa Acara (SWARA) Batam, Maharani Purba. Dalam sesi tersebut, para finalis dilatih memahami teknik berbicara di depan umum, membangun komunikasi efektif, hingga mengatasi rasa gugup saat tampil.

“Public speaking bukan hanya soal berbicara di depan banyak orang, tetapi bagaimana menyampaikan pesan dengan baik, membangun komunikasi yang efektif, dan mampu memberikan pengaruh positif kepada audiens,” ujar Maharani.

Ia menjelaskan, seorang duta wisata dituntut mampu tampil percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan maupun dalam berbagai agenda promosi daerah. Karena itu, penguasaan komunikasi menjadi keterampilan penting yang harus diasah sejak awal.

Dalam pembekalan tersebut, para finalis juga mempelajari teknik mengenali audiens, mengatur intonasi suara, menjaga tempo bicara, hingga penggunaan bahasa tubuh agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.

Selain teori, peserta mengikuti simulasi dan praktik berbicara di depan peserta lain. Menurut Maharani, rasa gugup merupakan hal wajar saat tampil di depan publik. Namun, hal itu dapat dikendalikan melalui latihan dan persiapan yang matang.

“Kuncinya adalah persiapan, latihan, serta membangun afirmasi positif dalam diri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kemampuan komunikasi menjadi salah satu modal utama yang harus dimiliki finalis Duta Wisata Encik dan Puan Batam.

“Seorang duta wisata harus mampu menjadi komunikator yang baik. Mereka nantinya akan berinteraksi dengan banyak orang, baik wisatawan, masyarakat, maupun tamu dari luar daerah bahkan mancanegara,” ujarnya.

Ia berharap seluruh materi selama karantina mampu membentuk finalis yang tidak hanya unggul secara penampilan, tetapi juga memiliki wawasan, karakter, dan kemampuan komunikasi yang baik.

Karantina Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi hingga tokoh budaya menjelang malam grand final. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |