Mensesneg Sebut Cadangan Beras RI Cetak Sejarah, Tembus 5,3 Juta Ton

21 hours ago 9
cadangan beras RIMenteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, saat meninjau jagung di Tuban. Foto: BPMI Setpres

AlurNews.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut cadangan beras pemerintah saat ini mencetak sejarah setelah menembus angka 5,3 juta ton di gudang Bulog. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Prasetyo, pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis, mulai dari menjaga swasembada beras hingga memperkuat produksi jagung dan komoditas pangan lainnya.

“Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025 yang lalu atas kerja keras Pak Mentan beserta dengan seluruh jajaran. Kita sekarang mengejar untuk juga swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya,” ujarnya, dikutip dari Setneg.go.id.

Ia menegaskan, keberhasilan sektor pangan nasional tidak lepas dari peran petani di seluruh Indonesia yang terus menjaga produktivitas pertanian.

“Karena kerja keras para petani kita dapat mencapai swasembada pangan,” katanya.

Prasetyo juga memastikan pemerintah terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau masyarakat.

“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. Sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah turut memperkuat dukungan sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.

Menurut Amran, stok pupuk nasional saat ini dalam kondisi surplus dan Indonesia bahkan mulai mengekspor pupuk ke sejumlah negara.

“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India, bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih 4 kali,” ujarnya. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |