Pemprov Kepri Garap Empat Proyek Pengendalian Banjir di 2026

7 hours ago 6
Pengendalian Banjir di KepriPembangunan pintu air di Dusun 4 Desa Sebesi, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun. Foto: Dinas PUPP Kepri

AlurNews.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) mulai mengerjakan empat proyek pengendalian banjir di Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang sepanjang 2026.

Proyek tersebut diprioritaskan untuk melindungi permukiman, menjaga lahan pertanian, serta mengurangi risiko bencana di kawasan rawan banjir.

Empat proyek yang dikerjakan meliputi normalisasi parit di Jalan Kemunting RT 01 RW 03 Desa Tanjung Berlian Barat, Kecamatan Kundur Utara, serta pembangunan pintu air di Dusun 4 Desa Sebesi, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun.

Baca Juga: Cegah Ancaman Banjir, Natuna Kebut Normalisasi Sungai di Dua Desa

Sementara di Pulau Bintan, pekerjaan dilakukan di Kampung Purwodadi, Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, dan Kampung Kepodang II, Kota Tanjungpinang.

Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dona Astriana, mengatakan setiap proyek dipilih berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya terhadap masyarakat.

Menurutnya, normalisasi parit di Desa Tanjung Berlian Barat dan pembangunan pintu air di Desa Sebesi tidak hanya bertujuan mengurangi banjir, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dengan melindungi lahan pertanian warga.

“Pembangunan di dua lokasi ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lahan pertanian, sehingga tidak menggangu produksi pertanian atau perkebunan masyarakat,” ungkap Dona, Rabu (5/8/2026), dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.

Di Kampung Purwodadi, Bintan Timur, PUPP Kepri membangun kanal banjir di sisi kiri dan kanan sungai, memasang batu miring, melakukan normalisasi aliran, serta memperbaiki saluran yang rusak.

“Selain merendam pemukiman, banjir yang terjadi pada 2021 di perkampungan ini juga merusak tanaman di lahan perkebunan masyarakat setempat,” terang Dona.

Sementara itu, penanganan banjir di Kampung Kepodang II, Kota Tanjungpinang, difokuskan pada pembangunan batu miring sepanjang 70 meter di sempadan sungai. Proyek ini dinilai mendesak karena banjir yang terjadi sejak akhir 2020 menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat abrasi tebing sungai.

Selain mencegah kerusakan yang lebih parah, pembangunan tersebut juga bertujuan mengurangi potensi satwa liar, khususnya buaya, masuk ke kawasan permukiman warga.

“Sungai di belakang Perumahan Anggrek Pinang itu adalah jalur lintasan buaya,” pungkas Dona.

PUPP Kepri berharap seluruh proyek dapat diselesaikan secara bertahap dengan dukungan masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan agar manfaatnya segera dirasakan. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |