Batam Ditargetkan Menjadi Pusat Ekspor Teknologi Asia Tenggara

4 hours ago 3
Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad bersama Kepala BRIN, Arif Satria. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Ambisi menjadikan Batam sebagai pusat teknologi dan inovasi berkelas dunia mulai diwujudkan. Dimana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menjalin kerja sama membangun ekosistem riset dan teknologi yang akan mengubah wajah Batam dari kawasan industri manufaktur menjadi pusat ekspor teknologi di Asia Tenggara.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun kawasan inovasi yang menghubungkan dunia riset, industri, investasi, dan pasar global.

BP Batam menilai, pembangunan Batam Science and Technology Park diharapkan mampu mempercepat masuknya investasi berkualitas sekaligus menghadirkan solusi teknologi bagi berbagai kebutuhan industri yang berkembang pesat di Batam.

Menurut Sudirman, salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah investasi pusat data atau data center yang diproyeksikan mencapai Rp130 triliun dalam tiga tahun ke depan.

“Pertumbuhan investasi data center di Batam sangat pesat. Tantangan utama yang kami hadapi adalah kebutuhan air dan listrik. Karena itu, kami berharap BRIN dapat membantu menghadirkan berbagai solusi inovatif, mulai dari pengelolaan waduk, pemanfaatan air laut, hingga pengembangan floating solar panel,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, pengembangan Batam Science and Technology Park dapat menjadi titik balik transformasi ekonomi Batam menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.

Pihaknya memperkirakan kehadiran kawasan tersebut berpotensi meningkatkan nilai ekspor produk teknologi Batam hingga Rp21,7 triliun per tahun.

“Untuk bersaing dengan pusat inovasi global seperti Shenzhen, Batam membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan riset dengan kebutuhan industri secara langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria menilai pembangunan Batam Science and Technology Park akan menjadi penghubung penting antara lembaga riset, perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri sehingga hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Science and Technology Park menjadi jembatan antara dunia riset dan dunia industri. Inovasi hanya akan memberikan dampak jika dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata dan menjawab kebutuhan pembangunan,” jelasnya.

Arif juga menegaskan bahwa Batam harus mulai bertransformasi, dari kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat manufaktur dan logistik menjadi pusat riset terapan dan teknologi berdaya saing global.

Batam bahkan dinilai memiliki peluang untuk meniru kesuksesan Shenzhen, China, yang kini dikenal sebagai salah satu pusat teknologi terbesar di dunia.

“Batam harus naik kelas dari sekadar kawasan manufaktur dan logistik menjadi pusat inovasi, riset terapan, dan ekspor teknologi. Kita bisa belajar dari Shenzhen yang berhasil menjadikan kawasan science and technology park sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |