Batam Siapkan Teknologi Waste to Energy untuk Atasi Sampah

3 hours ago 2
Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra saat menerima kunjungan dari DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

AlurNews.com – Pemerintah Kota Batam mulai menyiapkan transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.

Langkah ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi peningkatan volume sampah seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan di Kota Batam.

Rencana tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (2/6/2026).

Li Claudia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah memperkuat sistem pengelolaan persampahan, termasuk menyiapkan infrastruktur pendukung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai bagian dari masa transisi menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kami sedang mempersiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Ke depan, arah kebijakan kami adalah menjadikan sampah sebagai sumber energi. Saat ini Batam masih memiliki ketersediaan lahan yang memadai untuk mendukung proses transisi menuju sistem tersebut,” ujarnya, dikutip dari Media Center Pemko Batam.

Sebagai langkah awal, Pemko Batam membangun blok sel baru di TPA yang diproyeksikan mampu menampung volume sampah kota mencapai 1.000 hingga 1.300 ton per hari dalam empat tahun ke depan.

Menurut Li Claudia, pengelolaan sampah tidak lagi bisa hanya mengandalkan metode pembuangan akhir. Kota yang terus tumbuh membutuhkan sistem yang mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Karena itu, teknologi Waste to Energy dinilai menjadi salah satu alternatif yang dapat menjawab tantangan pengelolaan sampah di masa mendatang. Selain mengurangi timbunan sampah, teknologi tersebut juga berpotensi menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Li Claudia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam yang ditopang sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Kolaborasi kedua institusi dinilai berperan penting dalam mendorong investasi dan percepatan pembangunan daerah.

“Pemko Batam dan BP Batam terus bersinergi dalam mendukung pembangunan. Tidak ada lagi ego sektoral maupun tumpang tindih kewenangan. Semua berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah,” katanya.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,8 persen, melampaui rata-rata nasional. Di sisi lain, tingginya arus migrasi turut meningkatkan kebutuhan layanan dasar serta menambah tantangan dalam pengelolaan lingkungan, termasuk penanganan sampah perkotaan.

Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari berbagai kebijakan pembangunan yang diterapkan Pemko Batam, termasuk strategi pengelolaan sampah.

“Kami ingin bersilaturahmi sekaligus belajar dari Batam. Banyak hal yang ingin kami pelajari, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sampah,” ujarnya. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |