Batam International Marching Arts Competition (BIMAC) yang diselenggarakan tahun 2024 lalu. Foto: Disbudpar BatamAlurNews.com – Ajang Batam International Marching Arts Competition (BIMAC) 2026 mulai menarik perhatian komunitas marching arts internasional. Hingga awal Juni, dua tim asal Malaysia telah memastikan keikutsertaannya dalam kompetisi yang akan berlangsung pada 27–29 November 2026 di Batam. Sementara tim dari Thailand, Filipina, dan China masih dalam proses pendaftaran.
Dua tim yang telah terkonfirmasi tersebut yakni Pekan Colorguard Community dari Pahang dan De’ Laguna Marching Band dari Kedah, Malaysia. Keduanya berada di bawah pembinaan Ahmad Muqri bin Zamzam, sosok yang aktif mengembangkan marching arts di Negeri Jiran.
Penanggung jawab event BIMAC 2026, Mitahul Rozikin, mengatakan meningkatnya minat peserta luar negeri menjadi sinyal positif bagi perkembangan kompetisi yang memasuki penyelenggaraan kedua tersebut.
“Saat ini sudah ada dua tim dari Malaysia yang memastikan keikutsertaannya. Selain itu, beberapa tim dari Thailand, Filipina, dan China juga sedang dalam proses pendaftaran. Ini menunjukkan bahwa BIMAC mulai dikenal dan mendapat perhatian dari komunitas marching arts internasional,” ujarnya, MInggu (8/6/2026).
Tidak hanya diminati peserta mancanegara, BIMAC 2026 juga mendapat respons positif dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah unit marching band tingkat SD, SMP, hingga SMA di Batam dipastikan akan ikut ambil bagian.
Sementara calon peserta dari luar daerah yang tengah menjalani proses pendaftaran berasal dari Tanjungpinang, Karimun, Bintan, Lingga, Bengkalis, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, hingga Kalimantan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menilai keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan utama BIMAC sebagai wadah silaturahmi sekaligus peningkatan kualitas seni pertunjukan marching band.
“Kami berharap BIMAC #2 tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang bertukar pengalaman dan budaya antar peserta dari berbagai daerah dan negara. Kehadiran mereka tentunya akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism dan MICE di Indonesia,” katanya.
Ardi menambahkan, tingginya minat peserta tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), BP Batam, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
“Partisipasi tim dari luar negeri menjadi bukti bahwa Batam memiliki daya saing sebagai tuan rumah event internasional. Kami optimistis jumlah peserta akan terus bertambah hingga menjelang pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.
Dengan semakin banyaknya peserta yang mendaftar, BIMAC 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda internasional terbesar di Batam tahun depan. Selain menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, kegiatan dua tahunan tersebut juga diharapkan semakin memperkuat citra Batam sebagai pusat penyelenggaraan event internasional di kawasan Asia Tenggara. (red)

6 hours ago
10

















































