Hamas Peringatkan Konsekuensi Serius atas Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Gaza

2 days ago 9

GAZA (jurnalislam.com)- Anggota Biro Politik Hamas, Khalil al-Hayya, memperingatkan bahwa pelanggaran berkelanjutan yang dilakukan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata akan membawa konsekuensi serius.

Dalam pernyataan pada Sabtu (31/01/2026), Hamas menyebutkan bahwa al-Hayya telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan para mediator serta sejumlah pihak internasional, menyusul terbunuhnya 37 warga Palestina dalam 24 jam terakhir akibat serangan Israel di Jalur Gaza.

Al-Hayya mengecam tindakan Israel yang dinilainya hampir setiap hari melakukan “kejahatan dan pembantaian” terhadap warga Gaza, dengan menggunakan dalih palsu dan kebohongan.

Ia menegaskan bahwa komitmen perlawanan Palestina terhadap gencatan senjata hanya dapat terjaga jika pihak pendudukan dipaksa memenuhi kewajibannya dan menghentikan berbagai pelanggaran.

“Pelanggaran nyata terhadap perjanjian ini akan berdampak serius. Israel harus dipaksa mematuhi komitmennya,” tegasnya.

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗮𝗹𝗲𝘀𝘁𝗶𝗻𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗲𝗯𝗮𝗸 𝗱𝗶 𝗥𝗮𝗳𝗮𝗵

Hamas juga menyalahkan Israel karena gagal menyelesaikan persoalan warga Palestina yang terjebak di wilayah terowongan di sekitar Rafah, Gaza selatan.

Sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 10 Oktober, banyak warga Palestina terperangkap di kawasan tersebut. Israel disebut menolak mengizinkan mereka keluar, meskipun telah dilakukan berbagai upaya mediasi.

Kondisi ini menambah penderitaan warga sipil yang hidup dalam keterbatasan akses makanan, obat-obatan, dan layanan kemanusiaan.

𝗙𝗮𝘀𝗲 𝗞𝗲𝗱𝘂𝗮 𝗚𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗦𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹

Sementara itu, meskipun Donald Trump mengumumkan pada pertengahan Januari bahwa fase kedua rencana gencatan senjata telah dimulai, berbagai persoalan utama masih belum terselesaikan.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap upaya stabilisasi situasi di Gaza. Namun, pelanggaran yang terus terjadi dinilai menghambat proses menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Termasuk dalam masalah yang belum terselesaikan adalah nasib warga Palestina yang terjebak di wilayah konflik serta akses bantuan kemanusiaan.

𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗣𝗮𝘀𝗰𝗮 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗲 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

Secara terpisah, kelompok-kelompok perlawanan Palestina menilai peningkatan serangan Israel sebagai upaya sistematis untuk melemahkan konsolidasi gencatan senjata.

Dalam pernyataan Komite Pengawasan Pasukan Nasional dan Islam, disebutkan bahwa pasukan Israel terus melanggar kesepakatan, dengan intensitas serangan meningkat setelah pembentukan Komite Nasional Administrasi Gaza.

Serangan dilaporkan memuncak pada Jumat dini hari, dengan sasaran bangunan warga, tempat perlindungan, dan kantor polisi. Banyak korban dilaporkan berasal dari kalangan perempuan dan anak-anak.

Sejak Komite Nasional diumumkan pada 17 Januari, serangan Israel disebut telah menewaskan 71 orang dan melukai 140 lainnya, sebagian besar dalam kondisi serius.

Selain itu, Gaza menjadi sasaran sedikitnya 96 serangan udara dan artileri, termasuk 61 serangan langsung terhadap warga sipil, serta penghancuran atau pemboman terhadap 17 rumah.

𝗦𝗲𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

Komite tersebut mendesak Amerika Serikat, para mediator, dan komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel agar menghentikan agresi dan mematuhi perjanjian gencatan senjata.

Mereka memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut akan menggagalkan seluruh upaya menuju fase kedua gencatan senjata serta memperpanjang penderitaan rakyat Gaza.

Di tengah situasi yang rapuh, peringatan Hamas ini mencerminkan kekhawatiran mendalam bahwa gencatan senjata hanya menjadi jeda sementara, sementara ancaman perang dan krisis kemanusiaan terus membayangi kehidupan warga Palestina. (Bahry)

Sumber: TRT

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |