Jangan Keliru, Ini Bedanya Gagal Jantung dan Serangan Jantung

4 hours ago 2
Ilustrasi. Foto: Pixabay

AlurNews.com – Banyak masyarakat masih menganggap gagal jantung dan serangan jantung sebagai penyakit yang sama. Padahal, kedua kondisi tersebut memiliki penyebab, gejala, hingga penanganan yang berbeda meski sama-sama menyerang organ jantung dan dapat mengancam nyawa.

Memahami perbedaan keduanya dinilai penting agar masyarakat bisa lebih cepat mengenali tanda bahaya dan segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Dilansir dari laman resmi RS Awal Bros, serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tiba-tiba tersumbat, umumnya akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Kondisi itu membuat otot jantung kekurangan oksigen dan berisiko mengalami kerusakan permanen.

Gejala serangan jantung biasanya muncul mendadak, seperti nyeri dada terasa tertindih benda berat, sesak napas, keringat dingin, mual, hingga nyeri yang menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.

Sementara itu, gagal jantung merupakan kondisi ketika kemampuan jantung memompa darah menurun sehingga kebutuhan darah dan oksigen tubuh tidak terpenuhi secara optimal.

Berbeda dengan serangan jantung yang muncul tiba-tiba, gagal jantung umumnya berkembang perlahan akibat kerusakan jantung jangka panjang, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, atau riwayat serangan jantung sebelumnya.

Penderita gagal jantung biasanya mengalami gejala berupa mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas maupun berbaring, pembengkakan di kaki, kenaikan berat badan akibat penumpukan cairan, hingga jantung berdebar.

Meski berbeda, serangan jantung dapat memicu gagal jantung apabila kerusakan otot jantung yang terjadi cukup berat. Karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Baik gagal jantung maupun serangan jantung juga memiliki sejumlah faktor risiko yang sama, di antaranya hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, kurang olahraga, hingga pola makan tidak sehat.

Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis apabila mengalami nyeri dada mendadak, sesak berat, pingsan, atau jantung berdebar tidak normal.

Sementara untuk keluhan seperti cepat lelah, kaki bengkak, atau sesak yang berulang, pemeriksaan dini ke dokter spesialis jantung penting dilakukan agar kondisi dapat ditangani lebih cepat.

Selain pengobatan, penyakit jantung juga dapat dicegah melalui pola hidup sehat seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, mengontrol tekanan darah dan gula darah, mengurangi konsumsi garam dan lemak jenuh, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |