Menteri P2MI, Mukhtarudin, meninjau BP3MI Kepri di Tanjungpinang, Senin (8/6/2026). Foto: Diskominfo KepriAlurNews.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meninjau Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Senin (8/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis bagi para pekerja migran Indonesia (PMI).
Didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Mukhtarudin memastikan layanan pelindungan pekerja migran di wilayah perbatasan berjalan optimal.
Selama berada di BP3MI Kepri, Menteri Mukhtarudin meninjau sejumlah fasilitas pelayanan, mulai dari loket pengaduan, ruang pelayanan masyarakat, shelter perempuan, ruang konseling, hingga pusat monitoring pelayanan dan pelindungan pekerja migran.
Tak hanya itu, ia juga menyapa serta memberikan arahan kepada petugas BP3MI yang bertugas di berbagai pelabuhan melalui konferensi video.
Menurut Mukhtarudin, petugas BP3MI memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia.
“Petugas BP3MI adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia. Oleh karena itu, pelayanan yang diberikan harus cepat, tepat, ramah, dan mengedepankan sisi kemanusiaan sehingga masyarakat merasa terlindungi dan terlayani dengan baik,” tegasnya, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.
Ia menilai keberadaan BP3MI sangat strategis karena menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan penempatan dan pelindungan pekerja migran, sekaligus pusat layanan yang mudah diakses masyarakat.
Karena itu, Mukhtarudin meminta BP3MI Kepri terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Perlindungan pekerja migran tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder agar penyelenggaraan pelindungan pekerja migran Indonesia dapat berjalan optimal dan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut baik kunjungan kerja Menteri P2MI. Menurutnya, Kepri memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan sekaligus pintu gerbang internasional yang menjadi jalur keluar masuk pekerja migran Indonesia.
“Kami akan terus mendukung penguatan koordinasi dan sinergi dengan BP3MI serta seluruh pihak terkait untuk memastikan pekerja migran Indonesia asal Kepri maupun yang melintas melalui wilayah Kepri mendapatkan pelayanan dan pelindungan yang terbaik,” kata Ansar.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian P2MI untuk memastikan kualitas layanan dan pelindungan pekerja migran terus meningkat, khususnya di daerah strategis seperti Kepulauan Riau yang menjadi salah satu gerbang utama mobilitas pekerja migran Indonesia. (red)

5 hours ago
7

















































