Pedagang Sepakat Direlokasi Demi Penataan Taman Gurindam 12

11 hours ago 9
Penataan Taman Gurindam 12Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah bertemu dengan para pelaku UMKM Tepi Laut Tanjungpinang untuk membahas relokasi demi penataan Taman Gurindam 12. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

AlurNews.com – Ratusan pedagang dan pelaku UMKM di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang menyepakati relokasi sementara ke Anjung Cahaya dan Melayu Square guna mendukung penataan Taman Gurindam 12 yang akan segera dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan yang dipimpin langsung Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama perwakilan pedagang di halaman belakang Mal Pelayanan Publik Tanjungpinang, Sabtu (6/6/2026).

Lis mengatakan relokasi diperlukan agar proses penataan dan peningkatan kapasitas Taman Gurindam 12 dapat berjalan lancar, terutama untuk mendukung mobilisasi alat berat dan material konstruksi selama pekerjaan berlangsung.

“Rencana penataan Taman Gurindam 12 merupakan bagian dari upaya penataan Kota Tanjungpinang. Namun demikian, baik pemerintah provinsi dan pemerintah kota juga tetap memikirkan kelangsungan usaha pelaku UMKM. Karena itu, pemerintah kota menyediakan tempat untuk relokasi sementara proses pembangunan berjalan,” kata Lis, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

Selama proyek berlangsung, para pedagang akan menempati lokasi sementara di kawasan Anjung Cahaya dan Melayu Square. Pemerintah Kota Tanjungpinang juga akan mengatur mekanisme penempatan dan teknis relokasi melalui surat edaran yang segera diterbitkan.

Saat ini jumlah pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Tepi Laut mencapai sekitar 249 orang. Mengingat kapasitas lokasi relokasi terbatas, pemerintah akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan penempatan berlangsung tertib dan adil.

Lis menjelaskan, proses pendataan akan disertai identifikasi jenis usaha yang dijalankan pedagang. Selain itu, penentuan lokasi berjualan akan dilakukan melalui sistem undian guna menghindari kecemburuan sosial maupun perebutan lokasi yang dianggap strategis.

“Sekaligus kita akan melakukan pendataan, identifikasi, dan pengelompokkan jenis dagangan pelaku UMKM yang akan direlokasi. Kita mendukung upaya penataan kota, tapi kita juga tetap memikirkan perekonomian masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, para pedagang menyatakan dukungan terhadap rencana penataan kawasan. Mereka juga meminta agar kebijakan penutupan sementara kawasan Taman Gurindam 12 diberlakukan secara menyeluruh tanpa pengecualian.

Salah seorang pedagang, Yuni, mengaku mendukung langkah pemerintah karena dinilai penting untuk mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kualitas kawasan publik di Tanjungpinang.

“Kami mengapresiasi pertemuan yang dilaksanakan, dan dipimpin langsung oleh Pak Wali. Kami mendukung rencana penataan. Dan setuju seluruh kawasan itu ditutup sementara, dan pedagang direlokasi sesuai dengan rencana wali kota,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai informasi yang beredar di tengah pedagang, Lis menegaskan seluruh pelaku UMKM akan direlokasi ke lokasi yang telah disepakati bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan proses relokasi untuk kepentingan pribadi.

“Tidak boleh ada lagi yang bermain, mencoba-coba mengambil keuntungan dari proses relokasi pelaku UMKM ini. Semuanya direlokasikan ke tempat yang telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Kepri, dan Pemerintah Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Pendaftaran sekaligus pendataan pedagang yang akan direlokasi dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin (8/6/2026) di Mal Pelayanan Publik Tanjungpinang. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |