Tak Ingin Wisman Hanya Transit, Tanjungpinang Siapkan Strategi Wisata

21 hours ago 12
kota lama tanjungpinangKota lama Tanjungpinang kini menjadi lebih mempesona dan menjadi daya tarik wisata. Foto: Diskominfo Kepri.

AlurNews.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai menyiapkan strategi agar wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Batam tidak hanya singgah, tetapi juga menginap dan berbelanja di Tanjungpinang.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni pengembangan paket wisata terpadu yang menghubungkan destinasi di Batam, Tanjungpinang hingga Bintan.

Strategi tersebut disiapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang menjelang musim libur sekolah di negara tetangga yang diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Kepulauan Riau.

Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri mengatakan, selama ini Batam masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara. Namun, dampak ekonomi ke Tanjungpinang dinilai belum maksimal karena sebagian wisatawan hanya melakukan perjalanan singkat.

Karena itu, pihaknya mulai mendorong kolaborasi antarpelaku industri pariwisata untuk menghadirkan paket perjalanan yang membuat wisatawan tinggal lebih lama di Tanjungpinang.

“Sehingga dengan dibuatnya paket wisata tersebut, terdapat wisatawan yang akan menginap di Tanjungpinang minimal satu malam,” ujar Nazri, Sabtu (9/5/2026), dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

Menurutnya, peningkatan lama tinggal wisatawan akan berdampak langsung terhadap sektor ekonomi lokal, mulai dari hotel, rumah makan, transportasi, hingga pelaku UMKM di kawasan wisata.

Selain menyiapkan paket wisata terpadu, Disbudpar juga mulai memperkuat kualitas pelayanan di Pulau Penyengat yang menjadi destinasi unggulan wisata sejarah dan budaya Melayu di Kepri.

Nazri menyebutkan, kesiapan destinasi wisata Pulau Penyengat secara umum sudah cukup memadai untuk menyambut lonjakan kunjungan saat musim libur sekolah negara tetangga. Meski demikian, pemerintah tetap meminta pelaku usaha wisata meningkatkan kualitas layanan.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian di antaranya ketersediaan life jacket pada transportasi pompong, penampilan penarik becak motor, hingga keterbukaan daftar harga makanan di tempat usaha kuliner.

“Kesiapan Pulau Penyengat dalam menghadapi libur sekolah negara tetangga sudah cukup memadai,” katanya.

Disbudpar juga akan menindaklanjuti strategi tersebut melalui pelaksanaan famtrip dan audiensi bersama asosiasi serta pelaku industri pariwisata di Batam dan Tanjungpinang untuk memperkuat promosi wisata daerah.

“Akan kita wujudkan dengan pelaksanaan famtrip dan audiensi bersama pelaku industri pariwisata Kota Batam dan Tanjungpinang,” kata dia. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |