Tanjungpinang, Kota Seribu Kedai Kopi: Budaya Ngopi yang Bertahan Sejak Zaman Kolonial

19 hours ago 11
Kedai Kopi New Okinawa, salah satu kedai kopi legend di Kota Tanjungpinang. (Foto: istimewa)

AlurNews.com – Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memiliki satu tradisi yang tak lekang oleh waktu, yakni budaya minum kopi. Aktivitas yang akrab disebut “ngopi” ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak zaman kolonial Belanda dan terus bertahan hingga kini.

Di kota yang dijuluki “Kota Seribu Kedai Kopi” ini, warung kopi mudah ditemukan hampir di setiap sudut jalan. Dari pagi hingga malam hari, kedai-kedai kopi selalu ramai dikunjungi warga yang datang untuk menikmati secangkir kopi, berbincang, berdiskusi, hingga menjalin silaturahmi.

Budaya ngopi di Tanjungpinang tumbuh seiring dengan karakter masyarakat Melayu yang terbuka terhadap berbagai pengaruh budaya luar. Pada masa kolonial Belanda, kopi mulai dikenal luas dan menjadi minuman favorit berbagai kalangan, mulai dari pedagang, pekerja, hingga masyarakat umum.

Seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi bagian penting dari identitas sosial masyarakat Tanjungpinang. Warung kopi bukan sekadar tempat menikmati minuman, melainkan ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

Saat ini, Tanjungpinang memiliki beragam jenis kedai kopi. Sebagian masih mempertahankan konsep tradisional dengan sajian kopi khas Melayu yang diracik menggunakan resep turun-temurun. Di sisi lain, muncul pula berbagai coffee shop modern yang menawarkan suasana kekinian dan menjadi tempat favorit kalangan muda.

Keberadaan ratusan kedai kopi inilah yang membuat Tanjungpinang dikenal luas sebagai Kota Seribu Kedai Kopi. Julukan tersebut mencerminkan betapa kuatnya budaya ngopi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat setempat.

Selain menjadi tempat berkumpul, kedai kopi di Tanjungpinang juga menawarkan beragam pilihan minuman berbahan dasar kopi, mulai dari kopi Arabika, Robusta, kopi susu hingga kopi khas Melayu yang memiliki cita rasa unik dan khas.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanjungpinang, menikmati secangkir kopi di kedai legendaris menjadi pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Beberapa kedai kopi yang populer dan selalu ramai dikunjungi antara lain Kedai Kopi Hawai, Kedai Kopi Okinawa, Warung Kopi W&W, Kedai Kopi Pagi Sore, Kedai Kopi Batu 10, Morning Bakery, Kedai Kopi Batman, Kedai Kopi Abu Dafi, Kedai Siang Malam, Kedai Kopi Sekanak, dan Kedai Kopi Among.

Masing-masing kedai memiliki karakteristik dan cita rasa tersendiri yang menjadi daya tarik bagi pelanggan. Tidak sedikit di antaranya yang telah berdiri selama puluhan tahun dan tetap menjadi pilihan utama masyarakat maupun wisatawan.
Menariknya, menikmati kopi di Tanjungpinang tidak membutuhkan biaya besar. Harga secangkir kopi O umumnya berkisar antara Rp7.000 hingga Rp8.000, sedangkan kopi susu dijual dengan harga sekitar Rp9.000 hingga Rp10.000 per cangkir.

Dengan harga yang terjangkau, suasana yang hangat, serta tradisi yang telah diwariskan lintas generasi, budaya ngopi di Tanjungpinang terus hidup dan menjadi bagian penting dari identitas kota ini.

Di Tanjungpinang, secangkir kopi bukan sekadar minuman, tetapi budaya dan ruang kebersamaan.

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |