Tiongkok Perkuat Komitmen Pendidikan Perempuan di Tingkat Dunia

22 hours ago 10
Ilustrasi. Anak perempuan belajar. Foto: Freepik.com

AlurNews.com – Tiongkok terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan perempuan dan anak perempuan di tingkat global melalui kerja sama dengan UNESCO dan berbagai program pendidikan lintas negara.

Upaya tersebut diwujudkan lewat “UNESCO Prize for Girls’ and Women’s Education” yang sejak 2015 telah membantu memperluas akses pendidikan bagi jutaan anak perempuan di dunia.

Dilansir dari siaran persnya yang dikutip dari ANTARA, program penghargaan yang didanai Pemerintah Tiongkok itu menjadi penghargaan pertama UNESCO yang secara khusus fokus pada pendidikan perempuan dan anak perempuan. Hingga kini, sebanyak 20 program di 19 negara telah menerima penghargaan tersebut dan memberi dampak bagi lebih dari enam juta anak perempuan.

Komitmen itu kembali ditegaskan saat Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, bertemu Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany di Beijing, Selasa (12/5/2026) lalu.

Sebagai utusan khusus UNESCO untuk pendidikan perempuan dan anak perempuan, Peng menyatakan kesiapan Tiongkok untuk terus memperkuat kolaborasi internasional dalam memperluas akses pendidikan perempuan di berbagai negara.

Selain aktif di tingkat global, Tiongkok juga menjalankan berbagai program pendidikan perempuan di dalam negeri. Salah satunya melalui “Spring Bud Project” yang diluncurkan sejak 1989 untuk membantu anak perempuan dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang layak.

Sejak Peng Liyuan menjadi utusan khusus program tersebut pada 2014, pengembangan bantuan pendidikan terus diperluas. Pada 2019, program lanjutan bertajuk “Dream of the Future Action of the Spring Bud Project” diluncurkan untuk membantu anak perempuan menyelesaikan pendidikan dan mengembangkan potensi diri.

Hingga akhir 2023, program itu berhasil menghimpun dana sekitar RMB3,2 miliar atau setara US$451 juta. Bantuan tersebut telah menjangkau 4,22 juta anak perempuan di 31 wilayah tingkat provinsi dan 56 kelompok etnis di Tiongkok.

Program itu juga menyediakan pelatihan keterampilan bagi lebih dari 527 ribu anak perempuan serta layanan pendampingan dan kesehatan mental untuk 190 ribu anak perempuan lainnya.

Keberhasilan “Spring Bud Project” mendapat pengakuan internasional setelah meraih “UNESCO Prize for Girls’ and Women’s Education” pada 2023.

Di tingkat internasional, Tiongkok juga aktif membuka akses pendidikan dan pelatihan bagi perempuan di negara berkembang melalui program beasiswa, kerja sama Selatan-Selatan, hingga pertukaran teknologi.

Lebih dari 200 ribu tenaga profesional perempuan dari lebih 180 negara dan wilayah telah mengikuti program pelatihan yang difasilitasi Tiongkok. Sejak 2018, negara tersebut juga meluncurkan lebih dari 100 program pelatihan yang berfokus pada perempuan dan anak-anak di negara berkembang.

Executive Director Pakistan Alliance for Girls’ Education, Fajer Rabia Pasha, menilai Tiongkok telah membantu memperluas akses pendidikan dan peluang kepemimpinan bagi perempuan di berbagai negara berkembang.

Sementara itu, Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany menyampaikan apresiasi atas dukungan Tiongkok dan menegaskan kesiapan UNESCO untuk terus memperkuat kerja sama dalam mendorong pendidikan perempuan dan anak perempuan di dunia. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |