AlurNews.com – Produsen otomotif PT Astra Daihatsu Motor kembali menghadirkan program penjualan DAIFIT (Daihatsu Idulfitri) 2026 guna mendorong minat masyarakat membeli kendaraan di tengah kondisi pasar otomotif yang sedang melambat.
Program yang memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ini berlaku untuk pembelian mobil Daihatsu selama periode 1 Februari hingga 30 April 2026.
Melalui program tersebut, konsumen berkesempatan memperoleh berbagai kemudahan pembelian kendaraan serta hadiah perjalanan umrah bagi sembilan orang pemenang.
Marketing & CR Division Head PT Astra International Tbk, Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono mengatakan program ini merupakan upaya Daihatsu untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memiliki kendaraan.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa membeli mobil Daihatsu itu mudah, mulai dari proses pembelian, kemudahan pembiayaan, hingga rasa tenang dalam perawatan kendaraan karena jaringan bengkel kami tersedia di berbagai daerah,” ujar Tri, Sabtu (7/3/2026).
Sejak pertama kali digelar pada 2023 hingga 2025, program DAIFIT telah memberangkatkan 27 pelanggan Daihatsu untuk menunaikan ibadah umrah.
Selain hadiah utama, program ini juga menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari proses kredit hingga dukungan jaringan outlet dan bengkel resmi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Kepala Cabang Daihatsu Batam, Purnama, mengatakan peluncuran program tersebut dilakukan di tengah tren penurunan pasar otomotif, baik secara nasional maupun di daerah.
Menurut dia, pasar otomotif nasional pada 2025 mengalami penurunan sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan Daihatsu secara nasional juga turun sekitar 24 persen, dari rata-rata sekitar 14.000 unit per bulan menjadi sekitar 10.000 unit per bulan.
“Penurunan ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi serta persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif,” kata Purnama.
Kondisi serupa juga terjadi di Batam. Pada 2024, rata-rata penjualan mobil di Batam mencapai sekitar 1.300 unit per bulan untuk seluruh merek. Namun pada 2025, angka itu turun menjadi sekitar 900 hingga 940 unit per bulan.
“Artinya pasar otomotif Batam turun hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Purnama.
Penjualan Daihatsu di Batam juga mengalami penurunan cukup tajam. Jika pada 2024 penjualan mencapai sekitar 275 unit, pada 2025 turun menjadi sekitar 172 hingga 173 unit, atau menurun sekitar 37 persen.
Secara nasional, model yang paling banyak berkontribusi terhadap penjualan Daihatsu adalah Daihatsu Gran Max Pick Up dengan kontribusi sekitar 30 persen, disusul Daihatsu Sigra sekitar 27 persen.
Namun pola tersebut berbeda dengan pasar Batam. Konsumen di daerah ini lebih banyak memilih mobil penumpang, seperti Daihatsu Rocky dan Daihatsu Xenia.
Menurut Purnama, hal itu dipengaruhi karakteristik kebutuhan masyarakat Batam yang lebih banyak menggunakan kendaraan untuk mobilitas keluarga dibandingkan kendaraan niaga.
Program DAIFIT juga didukung oleh layanan pembiayaan dari Astra Credit Companies dan Daihatsu Financial Services, serta perlindungan asuransi kendaraan dari Garda Oto.
“Melalui program tersebut, Daihatsu berharap dapat mendorong minat masyarakat untuk membeli kendaraan sekaligus menjaga kinerja penjualan di tengah kondisi pasar otomotif yang masih melemah,” jelasnya. (Nando)

9 hours ago
12


















































