Pesantren Kilat dan Mabit Pemuda Batam: Momentum Ramadan untuk Dekatkan Diri Kepada Allah

8 hours ago 5
Pesantren Kilat & Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang digelar oleh Komunitas Sahabat Hijrah Batam (SAHIB). (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Semangat Ramadhan benar-benar terasa hangat di Masjid Bukit Indah Sukajadi. Puluhan pemuda mendatangi masjid dalam kegiatan Pesantren Kilat & Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang digelar oleh Komunitas Sahabat Hijrah Batam (SAHIB). Acara ini berlangsung khidmat sekaligus penuh energi positif dari generasi muda yang ingin memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah SWT.

Kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Maret 2026 ini juga diramaikan oleh Remaja Masjid Bukit Indah Sukajadi serta Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Batam. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa anak muda Batam punya semangat besar untuk menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas positif dan pembinaan iman.

Nanang Kurniawan Ketua Sahabat Hijrah Batam menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekedar menginap di masjid, tapi momentum untuk “reset” hati di bulan Ramadhan.

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk upgrade diri. Pesantren kilat dan mabit ini diadakan agar kita kembali menyambung hubungan dengan Allah, sekaligus mempererat ukhuwah sesama pemuda. Kalaupun di masa kecil kita belum pernah merasakan dunia pondok pesantren, paling tidak kita pernah mengikuti pesantren kilat seperti ini.” ujarnya.

Acara dimulai sejak sore hari dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan buka puasa bersama, shalat berjamaah, serta rangkaian kajian inspiratif dari para asatidz.

Beberapa materi yang disampaikan di antaranya:
-Ustadz Ridwan Artol M.Pd dengan tema “Ramadhan, Maaf Kami Masih Sibuk” yang mengajak peserta merenungkan bagaimana seringnya manusia lalai dengan kesibukan dunia.
-Ustadz Andi Abrar M.Ag dalam sesi Muhasabah & Qiyamul Lail yang menggugah hati peserta untuk kembali menata niat hidup dan memperbaiki hubungan dengan Allah.
-Ustadz Khoirul Ikhwan M.Pd dengan materi “Level Up Ramadhan” yang memotivasi generasi muda agar menjadikan Ramadhan sebagai titik loncatan menuju versi diri yang lebih baik.

Tidak hanya kajian, peserta juga mengikuti berbagai aktivitas spiritual seperti tadarus Al-Qur’an, qiyamul lail, muhasabah diri, sahur bersama, hingga kajian subuh.

Bagi banyak peserta mabit, ada yang mendapatkan pengalaman spiritual mendalam. Tangis muhasabah di sepertiga malam menjadi bukti bahwa hati-hati muda ini masih rindu untuk kembali kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap gerakan memakmurkan masjid oleh generasi muda terus berkembang di Batam. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban. (ib)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |