Alurnews.com – Seorang remaja berusia 15 tahun yang dilaporkan hanyut setelah terseret arus deras di saluran drainase Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (1/7/2026) sore.
Korban ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 17.48 WIB setelah dilakukan pencarian sejak, Rabu (1/7/2026) siang. Jasad korban yang diketahui bernama Noval ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal ia diduga hanyut.
Komandan Pos SAR Batam, Dedius mengatakan pencarian membuahkan hasil setelah tim menyisir saluran drainase hingga ke titik ditemukannya korban.
Baca Juga: Li Claudia Cek Progres Jalan dan Drainase di Sejumlah Titik
“Korban ditemukan sekitar pukul 17.48 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih satu kilometer dari titik awal korban diduga hanyut,” jelasnya melalui sambungan telepon, Kamis (2/7/2026) sore.
Dedi melanjutkan, peristiwa ini bermula saat korban bermain hujan bersama empat rekannya di kawasan Gang Mandiri, Kelurahan Kabil. Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, sekitar pukul 12.00 WIB korban bersama teman-temannya bermain di tengah hujan.
“Sekitar pukul 13.00 WIB, korban dilaporkan mencoba memasukkan kakinya ke saluran drainase yang saat itu dialiri arus deras akibat hujan,” jelasnya
Diduga karena kehilangan keseimbangan, tubuh korban langsung terseret arus deras. Teman-temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun gagal menyelamatkan korban.
Saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan dengan arah angin ke timur berkecepatan 6 hingga 10 knot. Arus deras di saluran drainase diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan korban terseret.
Warga sekitar kemudian melakukan pencarian secara mandiri, tetapi korban tidak kunjung ditemukan hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada petugas.
Dalam proses pencarian Pos SAR Batam mengerahkan enam personel menggunakan Rescue Car Tipe II menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri, Satpolair Polresta Barelang, Polsek Nongsa, serta masyarakat setempat.
“Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti rubber boat, Aqua Eye, peralatan selam, senter, dan perlengkapan evakuasi,” ujarnya. (Nando)

7 hours ago
9


















































