DPRD Kota Batam menyoroti kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan perairan PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Batam. (Foto: AlurNews) AlurNews.com – DPRD Kota Batam menyoroti kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan perairan PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Batam. Pihak DPRD Kota Batam menyoroti empat poin, yang menjadi pembahasan utama dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang digelar di Kantor DPRD Batam.
Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan menyebut dari keempat poin ini, poin utama yang diminta pihak DPRF Batam adalah penjelasan utuh terkait peristiwa tenggelamnya kapal tunda (tugboat) ASL Mega.
“Kami meminta pihak perusahaan dapat menjelaskan secara terbuka kronologi kejadian tenggelamnya kapal tersebut, sehingga semua pihak memahami bagaimana peristiwa ini bisa terjadi,” jelasnya saat ditemui di DPRD Kota Batam, Kamis (12/3/2026).
DPRD Kota Batam juga ingin memastikan tanggung jawab perusahaan terhadap para korban, baik korban yang meninggal dunia maupun yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain itu, DPRD juga berharap adanya kompensasi yang layak bagi keluarga korban yang meninggal dunia serta korban yang mengalami luka, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan.
“Kami mendorong agar perusahaan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem keselamatan kerja (K3LH) di lingkungan PT Pradana Samudera Lines, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepulauan Riau Diky Wijaya mengatakan insiden tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperbaiki sistem keselamatan kerja.
“Setiap kejadian di PT ASL menjadi cermin bagi kita semua karena tentu berdampak terhadap iklim investasi. Namun kami terus berbenah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan memastikan seluruh biaya pemakaman hingga pemulihan keluarga korban ditanggung oleh perusahaan.
Meski demikian, berdasarkan hasil sementara, kecelakaan tersebut diduga dipicu oleh faktor alam.
“Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban kecelakaan ini. Untuk kejadian kali ini murni karena faktor alam,” ujarnya.
Di sisi lain, manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam insiden kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang.
Sebelumnya, satu unit kapal tugboat dilaporkan terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB saat sedang menarik kapal kargo Kyparissia.
Dari lima orang yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Tiga korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin. Sementara korban selamat bernama M. Habib Ansyari dan satu korban selamat atas nama Yusuf Tankin, yang ditemukan dalam kondisi selamat setelah proses pencarian selama 3 hari. (Nando)

13 hours ago
10

















































