Direktur Travel Kontingen Pesparawi Kepri Mengaku Lalai, Sebut Keterlibatan Oknum Setwan DPRD Kepri

6 hours ago 5

Alurnews.com – Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Efanti selaku agen biro perjalanan kontingen Kepri dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat mengaku lalai.

Akibat kelalaiannya dalam pengurusan tiket, berujung pada gagalnya keberangkatan sebagian kontingen.

Sebelumnya, viral video penampilan 27 peserta Paduan Suara Wanita (PSW), kontingen asal Kepri yang tampil di Bandara Soekarno Hatta akibat gagal berangkat dikarenakan permasalahan tiket.

Ditemui di kawasan Batam Center, Vivi menegaskan persoalan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan travel yang dipimpinnya.

Selain itu selaku agen biro perjalanan, Vivi juga mengakui adanya kerja sama yang dilakukannya secara pribadi dengan seorang oknum pegawai Setwan DPRD Kepri yang sebelumnya juga sempat diperkenalkan kepada panitia dari Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri.

“Uang dari LPPD memang sudah ditransfer penuh kepada saya sesuai nilai invoice. Setelah itu saya membuat kerja sama dengan seorang oknum tanpa sepengetahuan LPPD maupun panitia,” jelas Vivi saat ditemui di kawasan Batam Center, Senin (29/6/2026) sore.

Dalam keterangannya, Vivi menyebut pihak LPPD dan panitia telah melakukan transfer dana keberangkatan peserta sebesar Rp1,016 miliar pada tanggal 7 Mei 2026 lalu yang ditujukan bagi tiket pulang – pergi seluruh rombongan peserta dan ofisial.

Setelah menerima pembayaran tersebut, Vivi mengaku menyerahkan sekitar Rp700 juta kepada seorang oknum pegawai di Sekretariat DPRD Kepri berinisial H pada 11 Mei 2026 untuk kepentingan mengurus penerbitan tiket.

Vivi mengaku hal ini berawal dari pemberitahuan yang dilakukannya di luar sepengetahuan panitia kepada oknum tersebut. Vivi juga menyebut mendapat kepercayaan sebagai agen biro perjalanan dikarenakan rekomendasi dari oknum pegawai yang dimaksud.

“Kesalahan saya di sini, karena saya mendapatkan job tersebut dari H. Saya tidak mungkin tidak menyampaikan kepada dia saat anggaran sudah cair. Saat itu, dia bilang kepada saya agar sebagian tiket rombongan dia yang urus,” jelasnya.

Namun, mendekati tanggal keberangkatan tiket yang diharapkan dan dijanjikan oleh oknum tersebut tidak terbit sebagaimana mestinya sehingga menimbulkan persoalan saat jadwal keberangkatan kontingen.

“LPPD tidak mengetahui sama sekali apa yang menjadi kendala dalam pengurusan tiket, yang mereka terima dari saya hanya kode booking dan informasi bahwa tiket sudah siap,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu,  Vivi juga membantah anggapan bahwa LPPD Kepri meminta kontingen tetap diberangkatkan meski tiket menuju Manokwari belum dipastikan tersedia.

Sebaliknya, Vivi menyebut bahwa Ketua LPPD Kepri justru meminta agar rombongan tidak diberangkatkan apabila penerbangan lanjutan belum memiliki kepastian.

“Ketua LPPD menyampaikan kepada saya, kalau hanya ada tiket Batam-Jakarta dan belum ada kepastian sampai Manokwari, lebih baik jangan diberangkatkan,” ujarnya.

Meski demikian, Vivi mengaku tetap berupaya memberangkatkan peserta karena mendapat tekanan dari para kontingen yang telah berada di bandara. Perusahaan Vivi kemudian memberikan tiket rute Batam-Jakarta sembari menunggu kepastian tiket lanjutan yang diurus oleh oknum tersebut.

Setelah rombongan tiba di Jakarta, pihaknya masih berusaha mencari penerbangan menuju Manokwari, termasuk menawarkan rute alternatif melalui Sorong. Namun usulan tersebut ditolak karena peserta memperkirakan tetap tidak akan tiba tepat waktu untuk mengikuti perlombaan.

Vivi juga membantah tudingan bahwa pihak travel menelantarkan peserta yang gagal melanjutkan perjalanan dari Jakarta. Vivi mengklaim telah menyediakan hotel, transportasi, uang makan, hingga tiket kepulangan menuju Tanjungpinang bagi rombongan yang batal berangkat ke Manokwari.

“Saya tidak menelantarkan mereka. Hotel, transportasi, uang makan hingga tiket pulang saya siapkan. Saya memahami kekecewaan mereka karena gagal bertanding, dan saya menerima semua konsekuensi atas kejadian ini,” ujarnya.

Vivi menegaskan pihaknya siap bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat persoalan tersebut, termasuk mengembalikan dana tiket yang belum terpakai kepada LPPD Kepri.

“Dana sisa yang belum terpakai akan kami kembalikan ke LPPD Kepri dalam waktu secepatnya,” jelasnya.

Selain itu, ia menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap oknum pegawai yang disebut terlibat dalam pengurusan tiket. Meski demikian, hingga kini ia masih menunggu realisasi pengembalian dana dari oknum tersebut, yang menurutnya dijanjikan akan dilakukan pada 28 Juli 2026.

“Kalau upaya hukum itu sudah pasti. Karena pertama dia sudah mencemarkan nama baik saya, usaha saya juga jadi hancur. Tapi dia memiliki niat baik untuk mengembalikan uang tersebut ke travel saya pada 28 Juli 2026 mendatang,” ujarnya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |