Pesparawi XIV Raih Rekor MURI Lewat Gerakan Ramah Lingkungan

5 hours ago 5
Pesparawi XIVPenyerahan Rekor MURI Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Papua Barat. Foto: Kemenag.go.id

AlurNews.com – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, menorehkan prestasi baru dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai festival keagamaan dengan jumlah delegasi terbanyak yang secara konsisten menggunakan tumbler atau botol minum pakai ulang selama kegiatan berlangsung.

Penghargaan tersebut diserahkan perwakilan MURI kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama pada malam penutupan Pesparawi XIV, disaksikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pencapaian tersebut bukan sekadar pemecahan rekor, melainkan wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam mengampanyekan gerakan ekoteologi, yakni menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari praktik kehidupan beragama.

“Spiritualitas yang otentik harus berbanding lurus dengan tanggung jawab menjaga alam. Rekor MURI ini adalah simbol kolaborasi lebih dari 6.000 peserta yang telah berhasil membangun kesadaran kolektif untuk berhenti menggunakan plastik sekali pakai,” ujarnya, Minggu (28/6/2026), dikutip dari Kemenag.go.id.

Menurut Nasaruddin, penyelenggaraan Pesparawi XIV membuktikan bahwa kegiatan berskala nasional tetap dapat berlangsung dengan menerapkan prinsip ramah lingkungan. Langkah tersebut sekaligus mendukung visi Indonesia Asri yang mendorong budaya hidup bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Ia berharap kebiasaan menggunakan tumbler dan mengurangi sampah plastik tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Ribuan peserta dari 38 provinsi diharapkan menjadi agen perubahan yang menyebarkan budaya ramah lingkungan di daerah masing-masing.

“Saya berharap kebiasaan baik ini tidak ditinggalkan di Manokwari. Bawa pulang semangat ini, tularkan kepada jemaat dan masyarakat di daerah asal saudara,” tegasnya.

Rekor MURI tersebut menjadi salah satu warisan penting dari penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV. Selain menjadi ajang pembinaan seni paduan suara gerejawi, kegiatan itu juga menunjukkan bahwa pelaksanaan acara keagamaan dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.

Kementerian Agama berharap gerakan yang dimulai dari Papua Barat tersebut dapat menginspirasi satuan kerja, organisasi keagamaan, dan masyarakat luas untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menerapkan pola hidup yang lebih berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |