AlurNews.com – Perekonomian Kota Tanjungpinang tumbuh 5,23 persen pada triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini melanjutkan tren positif ekonomi daerah setelah sepanjang 2025 tumbuh 3,31 persen.
Data Bappelitbang Kota Tanjungpinang menunjukkan aktivitas ekonomi masih ditopang sejumlah sektor utama. Perdagangan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 35 persen dalam struktur ekonomi 2025, disusul konstruksi 22,64 persen, industri pengolahan 6,08 persen, serta transportasi dan pergudangan 5,42 persen.
Baca Juga: Bangun Ekonomi Lokal, D’Sayur Tanjungpinang Buka Cabang Ketiga
Pergerakan ekonomi juga tercermin dari realisasi investasi. Hingga Juni 2026, nilai investasi yang masuk ke Tanjungpinang mencapai Rp470,601 miliar atau sekitar 70 persen dari target tahunan sebesar Rp675 miliar.
Realisasi tersebut meningkat 4,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp452,067 miliar. Investasi didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp457,482 miliar, sementara penanaman modal asing (PMA) tercatat Rp13,119 miliar.
Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penerima investasi terbesar dengan nilai Rp152,423 miliar. Berikutnya jasa lainnya Rp75,651 miliar, perdagangan dan reparasi Rp11,392 miliar, konstruksi Rp4,743 miliar, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp2,670 miliar.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan pemerintah daerah terus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat meski menghadapi keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur.
“Memang infrastruktur kami masih sangat minim, tetapi kami terus berupaya agar sektor ekonomi tetap bergerak dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Lis, Senin (10/8/2026), dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Menurut Lis, Pemko Tanjungpinang juga mendorong pengembangan koperasi dan produk unggulan daerah untuk memperluas peluang usaha masyarakat.
“Alhamdulillah sektor ekonomi perdagangan kita tumbuh dengan baik,” ucapnya.
Lis berharap tren pertumbuhan ekonomi tersebut dapat berlanjut hingga akhir 2026. (red)

2 hours ago
5


















































