Transformasi Pesisir, Bupati Proyeksikan Pulau Belat Karimun Jadi Magnet Investasi PLTS dan Baterai

15 hours ago 7
Bupati Iskandarsyah di sela kunjungannya di Kecamatan Belat, Kamis (26/2/2026). (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Pemerintah Kabupaten Karimun terus mengakselerasi pembangunan kawasan pesisir guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Salah satu langkah strategis yang kini tengah digesa yakni memproyeksikan Pulau Belat, Kecamatan Belat sebagai target utama investasi skala besar di sektor energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah mengatakan bahwa Pulau Belat, bersama Kecamatan Sugie Besar dan Moro kini masuk dalam peta prioritas pembangunan daerah.

Kehadiran investasi PLTS, yang diproyeksikan dapat terintegrasi dengan rencana industri baterai, dinilai akan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi masyarakat pesisir.

Guna memastikan kelancaran masuknya investasi tersebut, pemerintah Kabupaten Karimun sedang memacu penyelesaian infrastruktur fisik pendukung.

“Kami fokuskan investasi di Pulau Belat, termasuk untuk megaproyek PLTS. Untuk mendukung itu, sisa pembangunan jalan sepanjang 9 hingga 10 kilometer lagi akan segera kami selesaikan, perbaikan ponton pelabuhan juga sudah masuk dalam alokasi anggaran,” tegas Bupati Iskandarsyah di sela kunjungannya di Kecamatan Belat, Kamis (26/2/2026).

Selain memacu investasi makro di sektor energi, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi mikro melalui kemandirian pangan.

Iskandarsyah mendorong masyarakat pesisir untuk mulai memproduksi kebutuhan pokok secara mandiri, seperti cabai, perikanan darat (lele), hingga peternakan unggas. Hal ini bertujuan agar perputaran uang dan dampak ekonomi dari masuknya investasi dapat dirasakan langsung oleh warga lokal.

“Kita dianugerahi kekayaan alam dan peluang yang besar. Di dunia ini tidak ada orang yang bodoh, yang ada hanya orang yang malas. Maka, kita sendiri yang harus mengambil peran dan bergerak merubah nasib untuk memanfaatkan momentum pembangunan ini,” ujarnya.

Selain itu, Ia mengingatkan bahwa keberhasilan realisasi investasi besar dan program kemandirian ekonomi mutlak membutuhkan stabilitas sosial dan sinergitas.

Untuk itu, Iskandarsyah meminta kepada aparatur desa, perangkat kecamatan, hingga tingkat RT/RW dan masyarakat luas untuk terus menjaga soliditas.

“Kuncinya kita harus kompak dan jangan cerai-berai. Jika kita solid, iklim investasi akan sehat, dan keberkahan untuk kemajuan daerah kita akan terwujud,” pungkasnya.

Melalui masuknya proyek PLTS dan penguatan sektor ketahanan pangan, Pulau Belat ditargetkan segera bertransformasi menjadi kawasan pesisir yang terang benderang, mandiri secara ekonomi, serta memiliki daya saing yang tinggi. (Andre)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |