Kafilah MTQ XII Kepri melakukan city tour ke Pulau Penyengat, Kamis (9/7/2026). Foto: Diskominfo TanjungpinangAlurNews.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang memanfaatkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau sebagai sarana mempromosikan destinasi wisata daerah.
Sebanyak 300 kafilah dari tujuh kabupaten/kota diajak mengikuti city tour ke Pulau Penyengat untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, dan warisan Melayu, Kamis (9/7/2026).
Program yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata kepada para peserta MTQ yang datang dari berbagai daerah di Kepri.
Baca Juga: Pelantikan Dewan Hakim MTQ Kepri, Nyanyang: Jangan Kotori Marwah MTQ
Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kota Tanjungpinang, Salman, mengatakan Pulau Penyengat dipilih karena merupakan ikon wisata sejarah dan budaya Melayu.
“Pulau Penyengat merupakan desa wisata rintisan terbaik di Indonesia. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan warisan Melayu yang dimiliki Pulau Penyengat kepada seluruh kafilah,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Sebanyak 28 unit pompong disiapkan untuk mengangkut rombongan dalam tiga gelombang dari Pelabuhan Kuning menuju Pulau Penyengat.
Sesampainya di lokasi, peserta disambut dengan pemasangan tanjak dan buket bunga sebelum mengikuti walking tour ke sejumlah situs bersejarah, seperti Masjid Sultan Riau, Kompleks Makam Raja Ali Haji dan Engku Putri, serta Balai Adat.
Tak hanya itu, para kafilah juga menikmati pembacaan Gurindam, pertunjukan seni Boria, mengunjungi pelaku UMKM lokal, hingga melaksanakan salat Zuhur berjemaah di Masjid Raya Pulau Penyengat.
Salah seorang peserta asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Halif Saputra, mengaku kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan.
“Bagi kami yang baru pertama kali datang ke Pulau Penyengat, kegiatan ini sangat menyenangkan. Kami diajak mengunjungi makam tokoh-tokoh sejarah, masjid, serta berbagai peninggalan budaya Melayu sambil dijelaskan sejarah dan asal-usul Pulau Penyengat,” ucapnya.
Meski hasil lomba belum sesuai harapan, Halif mengatakan pengalaman mengikuti MTQ sekaligus mengenal Pulau Penyengat menjadi nilai tambah.
“Walaupun hasilnya belum sesuai harapan, kami tetap bersyukur karena mendapat banyak pengalaman selama mengikuti MTQ di Tanjungpinang. Kalau ada kesempatan, saya ingin kembali lagi ke Pulau Penyengat bersama keluarga karena tempat ini sangat menarik,” kata dia. (red)

5 hours ago
3

















































