AlurNews.com – Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengikuti aksi yang dilabeli sebagai pawai dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (21/6/2026) pagi.
Pawai yang diinisiasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam tersebut berlangsung di tengah semakin ramainya penolakan dan permintaan dari berbagai kelompok masyarakat agar pemerintah dapat menghentikan program MBG.
Massa aksi terlihat merupakan para pelajar yang menggunakan atribut dari sekolah masing-masing. Selain itu, para siswa juga didampingi tenaga pengajar, dan diarahkan menuju Kantor DPRD Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mendengarkan orasi damai.
Sejak pukul 06.30 WIB, massa yang didominasi siswa telah berkumpul di sejumlah titik. Mereka terlihat membawa poster dan karton bertuliskan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG. Massa aksi juga datang ke lokasi dengan menumpang kendaraan yang juva sebelunya telah disiapkan oleh pihak sekolah.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan membantah adanya anggapan mobilisasi massa dan menegaskan bahwa pawai tersebut berangkat dari aspirasi orangtua siswa yang mengeluhkan penghentian sementara program MBG.
“Kami menerima keluhan dari orangtua siswa beberapa hari lalu karena MBG dihentikan sementara. Dalam kesempatan ini kami melaksanakan pawai sebagai bentuk dukungan agar tata kelola yang dianggap bermasalah dapat diperbaiki,” jelasnya saat berada di lokasi pawai, Minggu (21/6/2026).
Hendri juga membantah adanya dugaan instruksi dari pihak tertentu untuk menggerakkan massa. Ia menyebut kegiatan tersebut murni sebagai respons atas aspirasi yang diterima dari orangtua dan satuan pendidikan.
Hendri juga menegaskan bahwa Disdik tidak mewajibkan sekolah maupun siswa untuk mengikuti pawai tersebut.
“Tidak ada instruksi dari pihak lain. Ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan orangtua. Hari ini yang ikut sekitar 100 sekolah tingkat SD dan SMP. Ada juga dari pihak SPPG. Tidak ada kewajiban dari Disdik. Kami hanya menawarkan apabila ingin melaksanakan pawai. Informasi disampaikan kepada para guru setelah kami menerima berbagai masukan terkait penghentian MBG,” jelasnya.
Menurut dia, DPRD Batam dipilih sebagai tujuan pawai agar aspirasi dari satuan pendidikan dapat didengar oleh para pemangku kebijakan.
Sementara terkait keterlibatan siswa, Hendri menilai hal itu wajar karena para pelajar merupakan penerima manfaat langsung dari program MBG.
“Pelajar ikut karena mereka penerima manfaatnya. MBG sangat dibutuhkan. Kalau anak-anak ikut, kami persilakan dengan catatan tetap dijaga dan diawasi dengan baik,” ujarnya. (Nando)

4 hours ago
4


















































